
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Malang menggelar pendidikan politik guna mengikis pandangan pragmatis di kalangan generasi muda serta memperkuat pengawasan pemilu yang berkualitas.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Demokrasi
Sebanyak 100 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Malang mengikuti kegiatan literasi politik yang dilangsungkan selama dua hari di Kantor Bawaslu Kota Malang. Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai politik kerap disempitkan hanya sebatas perebutan kekuasaan semata. Padahal, politik sejauh ini merupakan ruang utama untuk memperjuangkan gagasan serta mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
“Diksi politik bukanlah milik pejabat atau elite partai politik, tetapi milik kita semua,” ujar Noer Rahman Wijaya saat memberikan pemaparan. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh cara pandang pragmatis yang berujung pada sikap apatis, melainkan harus aktif mengambil peran dalam mengawal kebijakan publik demi menciptakan tatanan kehidupan yang berintegritas.

Penguatan Literasi dan Pengawasan Partisipatif
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Malang, Muhammad Arifuddin, menegaskan bahwa pembekalan literasi politik ini dirancang secara berkelanjutan agar mahasiswa dapat bertindak sebagai kader partisipatif dalam mengawasi jalannya pemilu di lapangan.

Lebih lanjut, materi teknis terkait pengawasan turut dijabarkan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Malang, Hamdan Akbar Saudara. Para peserta diperkenalkan secara mendalam mengenai jenis-jenis pelanggaran pemilu, mulai dari tingkat administrasi, kode etik, hingga tindak pidana pemilu, lengkap dengan tata cara serta prosedur pelaporan yang sah


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.