Langsung ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

4.293 Warga Lumajang Terima BLT Tembakau Rp.2,57 M, Penyaluran Didekatkan ke Pemukiman

‎Kepala Dinsos P3A Lumajang, Indriono Krishna Murti

LUMAJANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 4.293 warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai menerima Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau tahun anggaran 2026.

Penyaluran dilakukan bertahap hingga awal Oktober, dengan lokasi yang diupayakan sedekat mungkin dari tempat tinggal penerima agar tidak memberatkan perjalanan warga.

‎Bantuan ini dikelola langsung oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, sebagai bagian dari pemanfaatan DBHCHT untuk menyasar kelompok yang telah ditetapkan kriterianya.

‎Kepala Dinsos P3A Lumajang, Indriono Krishna Murti, menjelaskan penerima dibagi ke dalam empat kelompok utama: petani tembakau, buruh pabrik rokok, masyarakat kurang mampu, serta warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

‎”Penerima DBHCHT sebanyak 4.293 orang. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, masyarakat miskin, dan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru,” ungkap Indriono Krishna Murti di Lumajang, Kamis.

‎

‎Dari total tersebut, 3.525 orang merupakan petani tembakau, 250 orang buruh pabrik rokok, 268 orang dari kalangan masyarakat miskin, dan 250 orang warga terdampak erupsi Semeru. Setiap penerima mendapatkan Rp600.000, sehingga total anggaran yang disalurkan mencapai Rp2,57 miliar.

‎

‎Sebelum pencairan dilakukan, pendataan dan verifikasi calon penerima dilaksanakan bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia guna memastikan nama yang masuk benar-benar memenuhi syarat. Penyaluran pun diatur bertahap dan terjadwal, dengan titik-titik penyerahan yang didekatkan ke pemukiman warga agar mudah dijangkau.

‎

‎Pemerintah daerah berharap bantuan ini dapat meringankan beban sekaligus menjadi dukungan bagi pelaku di sektor tembakau maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian pasca-bencana.

‎Dengan sistem bertahap dan lokasi yang mudah diakses, dipastikan bantuan dapat diterima tepat oleh sasaran yang berhak. (Sol).

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.