MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Jawa Timur terus memperkokoh jati diri kelembagaannya dengan menempatkan para anggota pada kedudukan tertinggi organisasi.
Ketua Umum Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menegaskan bahwa pelaksanaan pendidikan anggota merupakan instrumen mendasar yang tak bisa ditawar guna merawat kedaulatan organisasi, sekaligus menancapkan pemahaman bahwa posisi anggota sejatinya adalah pemilik sah koperasi, bukan sekadar nasabah lembaga keuangan konvensional.
Penegasan tersebut disampaikan Sri Untari dalam agenda program pendidikan anggota daring yang diselenggarakan langsung dari kantor SBW Malang, Kamis (24/9/2026).
Di hadapan peserta, politisi sekaligus tokoh penggerak koperasi ini mengingatkan bahwa dari 7.421 anggota yang tercatat saat ini, rasa memiliki (sense of belonging) terhadap roda lembaga harus terus dipupuk agar koperasi tidak bergeser dari rel filosofisnya.
Baca juga: Kuatkan Tata Kelola Koperasi SBW Malang, Sri Untari Bisowarno Edukasi Anggota Tertib Pajak
“Semua anggota adalah pemilik SBW, bukan sekadar nasabah peminjam modal,” tegas Sri Untari dengan nada mantap.
Sri Untari menerangkan bahwa wujud nyata kepemilikan tersebut memiliki tolok ukur yang sangat terang, yakni kedisiplinan dalam membayar simpanan pokok serta menyetorkan simpanan wajib secara tertib. Beliau turut menggarisbawahi empat pilar mutlak yang wajib diresapi oleh seluruh insan SBW, mulai dari penghayatan terhadap filosofi dasar pergerakan koperasi, keselarasan memahami tujuan bersama, kecakapan memanfaatkan layanan secara tepat guna, hingga komitmen mengawal arah perjalanan organisasi secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kedaulatan anggota tidak hanya sebatas angka partisipasi modal dan aktivitas pinjaman semata. Menurutnya, partisipasi aktif anggota dalam mengawasi jalannya roda tata kelola manajemen merupakan kunci utama terwujudnya transparansi dan akuntabilitas lembaga.
“Semboyan kita jelas: anggota kuat, koperasi sehat; koperasi kuat, rakyat sejahtera. Anggota harus terus diedukasi agar makin kritis, cerdas, serta mampu mengontrol kinerja jajaran pengurus dan pengawas demi kemajuan bersama,” pungkasnya seraya mengajak seluruh anggota menjaga marwah koperasi secara gotong royong.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.