Sorotan
BANYUWANGI | JATIMSATUNEWS.COM: Pagar Nusa Kabupaten Malang kembali menjaga tradisi prestasi di gelanggang pencak silat.
Turun dalam Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Pagar Nusa Jawa Timur di Banyuwangi, kontingen Kabupaten Malang berhasil meraih Juara Umum III dengan membawa pulang 19 medali.
Kejurwil yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur itu berlangsung pada 23–27 September 2026 di GOR KH Moch Ilyas, Banyuwangi.
Baca juga: Dari Malang ke Banyuwangi, 35 Pesilat Pagar Nusa Bawa Misi Menjaga Tradisi Juara
Pagar Nusa Kabupaten Malang Juara Umum III
Kejuaraan ini menjadi ajang persaingan pesilat Pagar Nusa se-Jawa Timur sekaligus memperebutkan golden ticket menuju Kejuaraan Nasional Pagar Nusa di Jakarta.
Sebanyak 19 medali yang diraih Pagar Nusa Kabupaten Malang terdiri 4 emas, 5 perak, dan 10 perunggu.
Pada kategori Remaja, Pagar Nusa Kabupaten Malang meraih 3 emas, 2 perak, dan 7 perunggu.
Sementara kategori Dewasa menyumbangkan 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Capaian tersebut menjadi catatan tersendiri karena PC Pagar Nusa Kabupaten Malang menerjunkan atlet lapis ketiga, baik pada kategori Remaja maupun Dewasa.
Head Coach PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Ahmad Bashori, S.Pd, bersyukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, perolehan medali ini merupakan hasil yang sangat bagus, mengingat kita menerjunkan atlet lapis tiga, baik kategori Remaja maupun Dewasa. Ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet terus berjalan,” ujar Ahmad, Minggu (27/9).
Meski berhasil meraih podium, tim pelatih tidak ingin berhenti pada hasil kejuaraan.
Dwi Putra Suprayogi menilai pembinaan perlu diperkuat melalui sistem kepelatihan yang berjenjang.
“Evaluasi tetap perlu dilakukan, khususnya pembentukan tim kepelatihan secara berjenjang dari tingkat PC hingga lembaga. Ini penting agar pembinaan atlet berjalan berkelanjutan dan konsisten,” katanya.

Selain prestasi tim, Pagar Nusa Kabupaten Malang juga membawa pulang penghargaan individu.
Aisyah Alya Ummah, pesilat dari SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, berhasil dinobatkan sebagai pesilat terbaik.
Official tim, M. Farihin dan Bahrul Riski, S.Psi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, pesilat terbaik kita diraih Aisyah Alya Ummah dari SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi,” tegasnya.
Baca juga: Ketika Gelanggang Menjadi Ruang Khidmah
Bertanding dan Berkhidmat
Bagi Pagar Nusa Kabupaten Malang, Kejurwil bukan semata tentang medali.
Gelanggang menjadi ruang menempa disiplin, sportivitas, keberanian, dan tanggung jawab.
Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam menegaskan bahwa capaian di Banyuwangi merupakan bagian dari proses pembinaan yang harus terus dijaga.
Prestasi atlet, menurutnya, bukan sekadar kebanggaan organisasi, tetapi juga menjadi energi untuk memperkuat regenerasi.
“Prestasi ini kami syukuri. Namun yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini menjadi pemacu untuk terus membina atlet dan menjaga semangat berkhidmat melalui Pagar Nusa. Tradisi juara harus terus berlanjut dari generasi ke generasi,” tegas Saiful.
Bertanding untuk prestasi, berkhidmat untuk organisasi. Juara Umum III di Banyuwangi menjadi bagian dari ikhtiar menjaga tradisi juara sekaligus meneguhkan pentingnya pembinaan dan regenerasi.
Sebab bagi Pagar Nusa, prestasi boleh menjadi tujuan di gelanggang, tetapi khidmah tetap menjadi jalan.(ROF)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.