Langsung ke konten
Minggu, 27 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Ketua DPD Madas Sedarah Nyatakan Dukungan kepada DEM Madura, Dorong Klarifikasi Persoalan Rundown

TULUNGAGUNG | JATIMSATUNEWS.COM: Ketua DPD Madas Sedarah, Nurul Hidayat, menyatakan dukungan kepada DEM Madura terkait persoalan rundown dan koordinasi

Ketua DPD Madas Jatim, Nurul Hidayat, memberikan dukungan kepada DEM Madura dan menekankan pentingnya komunikasi serta musyawarah dalam menyelesaikan persoalan rundown kegiatan.

Ketua DPD Madas Jatim, Nurul Hidayat, memberikan dukungan kepada DEM Madura dan menekankan pentingnya komunikasi serta musyawarah dalam menyelesaikan persoalan rundown kegiatan.

TULUNGAGUNG | JATIMSATUNEWS.COM: Ketua DPD Madas Sedarah, Nurul Hidayat, menyatakan dukungan kepada DEM Madura terkait persoalan rundown dan koordinasi pelaksanaan sebuah kegiatan yang melibatkan Badan Pengurus Harian (BPH).

Dalam pernyataan sikapnya, Nurul menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak dimaksudkan untuk memperkeruh keadaan maupun mencari konflik. Menurutnya, keberatan yang disampaikan DEM Madura perlu didengar dan memperoleh ruang penyelesaian melalui komunikasi serta musyawarah.

“Ketika terdapat saudara-saudara kami DEM Madura yang menyampaikan keberatan terhadap suatu persoalan, maka kami memiliki tanggung jawab moral untuk mendengar, menyikapi, dan memastikan persoalan tersebut memperoleh ruang penyelesaian yang semestinya,” ujar Nurul dalam pernyataan tertulisnya.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unusida Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih tentang Hak Anak Yatim SIDOARJO – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kompak menyuarakan hak anak yatim. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (5/9/2024). Kehadiran senator dapil Jawa Timur ini menjadi magnet tersendiri ketika menyampaikan motivasi terhadap calon mahasiswa baru Unusida tahun 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Unusida sempat menitipkan pesan atau aspirasi untuk diperjuangkan Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama di kursi DPD RI yang bakalan dilantik 1 Oktober 2024 nanti. “Kepada Ibu Lia Istifhama, kami menitipkan aspirasi agar Pemerintah lebih peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim, anak yatim piatu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Seperti mendapat beasiswa khusus, potongan biaya pendidikan,” kata ketua pelaksana PKKMB Unusida 2024, Destio Wiranto. Wira bersama ratusan mahasiswa mempersembahkan sebuah puisi tentang kehidupan anak yatim yang sering tidak mendapat perhatian. Seperti terlantar di pinggir jalan dan dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk menarik perhatian masyarakat sebagai pengemis jalanan. Ia menyerukan tentang anak yatim yang kurang diperhatikan selama ini. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, tanpa diskriminasi. Pendidikan yang setara merupakan hak asasi manusia yang diakui dalam berbagai deklarasi dan konvensi internasional. Menanggapi hal tersebut, Ning Lia pun tampak terharu. Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Anggota DPD RI lainnya dan Anggota DPR RI di komisi pendidikan serta kementrian terkait. “Ini PR buat saya untuk kita perjuangkan di senayan. Bagaimana ada sebuah regulasi pendidikan bagi anak yatim. Hal itu nanti akan saya bahas bersama Anggota DPD RI serta Anggota DPR RI dari Komisi terkait pendidikan dan Kementrian,” kata Ning Lia. Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan jika untuk Indonesia Emas tahun 2045, maka akses pendidikan harus merata. Bagaimana anak-anak atau yang sudah ditinggal salah satu atau kedua orang tuanya bisa meneruskan pendidikan hingga tingkat akhir. Maka harus ada peran negara dalam hal membantu mereka. “Nantinya kita akan perjuangkan, bagaimana ada beasiswa atau bantuan dana pendidikan bagi anak Yatim, Anak-anak Yatim Piatu agar mereka bisa meneruskan sekolah hingga perguruan tinggi. Kita perjuangan masalah ini di DPD dan DPR RI serta kementrian terkait. Mohon doanya dari teman-teman mahasiswa baru yang sudah menyampaikan apresiasi terkait masalah tersebut,” harapnya. Ning Lia terharu saat salah satu mahasiswa baru menyampaikan bagaimana dirinya di biayai ibunya seorang yang single fighter karena ayahnya telah meninggal dunia, hingga bisa sampai kuliah di Unusida saat ini. “Terharu, apresiasi untuk semangat teman-teman yang kebetulan ditinggal sang ayah dan hanya dibiayai sang Ibu yang single fighter. Mereka tidak putus asa dan terus lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” harunya. Dihadapan ratusan mahasiswa baru Unusida, Ning Lia juga berpesan agar memanfaatkan akses perkembangan dunia digital, perkembangan media dan media sosial (medsos). Sebab, saat ini media dapat dimanfaatkan akses dunia digital untuk sampaikan aspirasi. “Bagaimana teman-teman mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi positif dan membangun pendidikan di negara kita secara digital dalam hal ini Pemanfaatan pemberitaan media dan media sosial,” ungkapnya. Menurut Ning Lia, teman-teman mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus pro aktif menyampaikan aspirasinya. Sebab tanpa dukungan teman-teman mahasiswa, yang di senayan tidak mempunyai kecukupan data dalam memperjuangkan aspirasi di dunia pendidikan kita. “Aspirasi teman-teman di dunia pendidikan, mahasiswa dan sebagainya harus disuarakan dengan lantang, terkait regulasi pendidikan dan lainya. Hal ini demi kemerataan pendidikan dan kemajuan pendidikan yang bisa dirasakan semua kalangan,” sebutnya. penulis: Maschan Yusuf

Baca juga: Bantah Isu Tekanan PK2Maba, FK UB Klarifikasi Jatuhnya Mahasiswa Berprestasi IPK 3,8

Ia mengatakan persoalan yang menjadi perhatian bukan hanya mengenai susunan rundown, melainkan juga menyangkut proses komunikasi, koordinasi, dan penghargaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan.

Iklan

Menurut Nurul, setiap perubahan atau keputusan yang berdampak terhadap pihak lain semestinya dikomunikasikan terlebih dahulu. Ia menilai kurangnya komunikasi berpotensi menimbulkan persoalan kepercayaan di antara pihak-pihak yang terlibat.

“Jika terjadi perubahan atau keputusan yang berdampak kepada pihak lain, maka penjelasan dan komunikasi merupakan bagian dari tanggung jawab yang tidak seharusnya diabaikan,” katanya.

Nurul juga menekankan bahwa jabatan dan kewenangan dalam organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi dialog. Ia meminta pihak yang memiliki tanggung jawab dalam kegiatan tersebut tetap membuka ruang komunikasi dan memberikan penjelasan kepada pihak yang terdampak.

Dalam pernyataannya, DPD Madas Sedarah menyatakan dukungan kepada DEM Madura untuk memperoleh klarifikasi atas persoalan yang terjadi. Namun, dukungan tersebut, menurut Nurul, bukan bentuk penetapan kesalahan terhadap pihak tertentu.

Ia meminta penyelesaian persoalan dilakukan berdasarkan kronologi, bukti, dan keterangan dari seluruh pihak yang terlibat.

“Kami justru meminta agar persoalan ini dibuka secara terang dan diselesaikan berdasarkan kronologi, bukti, serta penjelasan dari seluruh pihak,” ujarnya.

Iklan

Nurul selanjutnya meminta pihak terkait membuka kronologi persoalan secara transparan, menjelaskan proses penyusunan maupun perubahan rundown, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan, serta menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.

Ia juga meminta persoalan tersebut dijadikan bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Nurul menegaskan DPD Madas Sedarah tidak menghendaki persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Namun, pihaknya juga menyatakan akan tetap memberikan perhatian terhadap keberatan yang disampaikan DEM Madura selama memiliki dasar dan disampaikan melalui mekanisme yang baik.

“Madas Sedarah tidak mencari permusuhan. Madas Sedarah tidak ingin memperbesar persoalan. Tetapi Madas Sedarah juga tidak akan diam ketika ada persoalan yang menyangkut saudara-saudara kami DEM Madura dan belum memperoleh kejelasan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Nurul mengajak seluruh pihak menjaga komunikasi dan penghormatan dalam menyelesaikan persoalan. DPD Madas Sedarah, kata dia, siap mendampingi DEM Madura dalam proses penyampaian keberatan dan pencarian penyelesaian dengan tetap mengedepankan fakta, keterbukaan, musyawarah, dan tanggung jawab.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.