Langsung ke konten
Minggu, 6 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
𝙿𝚊𝚜𝚞𝚛𝚞𝚊𝚗

Natural, Dibalik Gelegar Sukses Acara Erick Tohir di WAHA Bangil

Acara Erick Tohir di Pesantren WAHA sukses berkat guru, pengasuh dan 3 host khusus.

PASURUAN I JATIMSATUNEWS.COM: Erick Tohir datang ke pesantren WAHA,  Wahid Hasyim kemarin Minggu 16/1/2021. Meninggalkan kesan luar biasa pada mereka yang hadir. Perhelatan spektakuler di pesantren yang berprestasi nasional di kota Bangil Kabupaten Pasuruan.
Terlihat pada acara tersebut seluruh Forkopimda Kabupaten Pasuruan.Bupati, Wakil Bupati,  Kapolres, Dandim pun pejabat kementerian Agama dan Camat setempat. 
Sebuah peristiwa yang hingga kini, Senin 17/1/2021 masih menjadi perbincangan menarik bagi mereka yang datang. 

Perwakilan santriwati dialog dengan Erick Tohir

Dari penyambutan ala pedang pora, kalungan melati, yel yel santri pun pembawa acara dari Abioso binaan Bupati Gus Irsyad sendiri. Juga tata panggung, musik pengisi, ucapan  narasumber talk show, Bupati Gus Irsyad, pengasuh  pesantren Gus Wildan dan menteri BUMN Erick Tohir hingga perwakilan peserta ketika tanya jawab. 
Semuanya menarik, tersaji sempurna termasuk perwakilan santri yang tampil ke panggung dan yang memberi pertanyaan.  Mengalir lancar, mendapat respon luar biasa dari narasumber.
 
Ternyata meski terlihat tanpa cela,  semua bukan settingan. Kecuali penyambutan dan penampilan, perwakilan santri yang ikut unjuk diri pada acara itu adalah natural. 
“Natural saja, tanpa settingan. Panitia pun hanya guru dan santri, diarahkan pengasuh,” jelas pengasuh yang biasa dipanggil Gus Wildan itu. 
“Setiap acara, kunci suksesnya adalah kerjasama yang apik antara santri dan guru. Mereka menjalankan tugas dan peran sesuai tupoksinya,” papar Gus Wildan dalam wawancara Senin 17/1/2021.

Foto bersama pengasuh pesantren WAHA

Acara lancar mulai kedatangan peserta, rombongan Erick Tohir dan Forkopimda. Tidak ada satu pun yang menunjukkan ketidak sigapan penyelenggara. Senyum Erick dan Forkopimda terkembang hingga memasuki mobil, meninggalkan kompleks pesantren putri Wahid Hasyim. 
Sebuah pengalaman berharga yang menurut Gus Wildan akan menjadi catatan baik misal akan kedatangan tamu atau menyelenggarakan even pada hari yang lain.
Ans

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.