JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: PSSI menanggapi insiden penyerangan terhadap bus Persib EPA di Batang, Jawa Tengah.
Insiden ini terjadi pada Minggu (11/10) di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah.
PSSI kemudian merilis pernyataan berisi tiga poin besar pada Senin (12/10) malam, yang salah satunya melibatkan kepolisian untuk mengusut kejadian.
Baca juga: 5 Catatan Positif dari Persib Bandung yang Menang atas FC Seoul
Sorotan
PSSI Tanggapi Penyerangan Bus Persib EPA U-18
Tiga Poin Tanggapan PSSI

Pertama, PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk tim sepak bola usia muda, harus menjadi prioritas.
“Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk bertanding dan menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat,” ungkap PSSI.
Kedua, terkait penyerangan bus rombongan EPA suatu klub oleh oknum suporter klub, PSSI meminta Liga dan klub mengambil tindakan tegas serta melibatkan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.
“Penyerangan ini tidak hanya bertentangan dengan prinsip sportivitas dalam sepak bola, tetapi juga merupakan tindakan kriminal yang harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” lanjut PSSI.
Ketiga, sikap ini berlaku untuk seluruh kejadian serupa, siapa pun pelakunya dan klub mana pun yang menjadi korban.
“Tidak ada toleransi terhadap kekerasan dalam sepak bola Indonesia,” tegas PSSI.
Pernyataan Persib Bandung
Serangan Oknum Suporter

Pada Senin (12/10) siang WIB, Manajemen PT PERSIB Bandung Bermartabat merilis pernyataan resmi terkait kejadian yang menimpa tim EPA U-18.
Mereka mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang diduga merupakan bagian dari rombongan suporter dan mengenakan atribut klub tertentu.
Menurut rilis Persib, oknum rombongan suporter tersebut melakukan penyerangan terhadap rombongan PERSIB di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Tindakan tersebut merupakan perbuatan serius yang tidak dapat ditoleransi dan tidak memiliki pembenaran dalam bentuk apa pun.
Kekerasan dan Penjarahan
Insiden ini tidak hanya mengakibatkan personel PERSIB mengalami kekerasan fisik dan kerusakan bus rombongan, tetapi juga disertai dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan tim PERSIB Elite Pro Academy (EPA) U-18.
Manajemen PERSIB sangat menyesalkan terjadinya tindakan kekerasan yang turut mengancam keselamatan para pemain muda PERSIB EPA U-18.
Sebagai atlet yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola, mereka berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan untuk berkembang tanpa ancaman kekerasan.
Segala bentuk tindakan yang membahayakan keselamatan personel, ofisial, maupun pemain, terlebih para atlet muda, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti secara serius.
Sudah Mengarah ke Kriminalitas
Kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola.
Tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diproses melalui jalur hukum.
Manajemen PERSIB menegaskan bahwa perbedaan dukungan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, kekerasan, perusakan, ataupun tindakan yang merugikan pihak lain.
Desak APH Usut Tuntas
Sehubungan dengan kejadian ini, Manajemen PERSIB mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden tersebut, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta menindak tegas setiap pelaku yang terbukti bersalah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kami berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta terungkap serta setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sudah Laporan ke PSSI dan I League
Sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti insiden ini, Manajemen PERSIB telah melaporkan kejadian tersebut kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I.League selaku operator kompetisi, agar menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan serta regulasi yang berlaku.
Manajemen PERSIB juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak serta mengawal penanganan kejadian ini.
Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk para pemain muda PERSIB EPA U-18, menjadi perhatian utama kami.
Minta Bobotoh Tak Terprovokasi
Di sisi lain, Manajemen PERSIB mengimbau seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum.
Kami memahami kemarahan, kekecewaan, dan keprihatinan Bobotoh atas kejadian ini.
Namun, kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Tindakan balasan yang tidak terkendali justru berisiko memperluas persoalan dan merugikan banyak pihak.
Rivalitas Harus dalam Koridor Sportivitas
PERSIB menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama.
Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan tempat bagi tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan dan merampas hak orang lain.
Keselamatan setiap individu harus menjadi batas yang tidak boleh dilanggar dalam rivalitas sepak bola.
Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, terlebih ketika keselamatan para pemain muda yang sedang meniti masa depan melalui sepak bola turut terancam.
Manajemen PERSIB mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia, termasuk klub, suporter, penyelenggara kompetisi, dan aparat penegak hukum, untuk bersama-sama mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Rivalitas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sementara setiap tindakan yang melanggar hukum harus ditangani secara serius demi terciptanya lingkungan sepak bola Indonesia yang aman, sportif, dan bermartabat,” pungkas Persib.
Persija Jakarta Rilis Pernyataan
Kirim Empati dan Imbauan Tegas

Pada Senin (12/10) sekitar pukul 11.00 WIB, Persija telah merilis pernyataan di laman Instagram resminya.
Mereka mengaku berempati dan prihatin kepada korban kejadian tersebut.
Selain itu, mereka menegaskan tidak ada pembenaran terhadap tindakan tersebut.
“Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang merugikan orang lain dan mencoreng nama sepak bola Indonesia,” tulis Persija.
Klub berjuluk Macan Kemayoran ini mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan.
Loyalitas dan kecintaan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk menyakiti sesama.
“Hentikan kekerasan. Rivalitas bukan alasan untuk melukai. Sepak bola Indonesia harus menjadi ruang yang aman bagi semua,” tegas Persija.
Persib EPA U-18 dari Solo
Bawa Pulang 1 Poin

Adapun Persib EPA U-18 sebelumnya bertandang ke Solo untuk menghadapi Garuda United U-18 pada Sabtu (10/10) dan Minggu (11/10).
Hasilnya, Persib EPA U-18 seri 0-0 pada Sabtu dan kalah 0-3 pada Minggu.
Ini membuat tim muda Maung Bandung meninggalkan Solo hanya dengan membawa pulang 1 poin dari dua pertandingan tandang.
Tetapi, bukan hasil tersebut yang menjadi kekecewaan besar, melainkan insiden di rest area Batang.
Insiden tersebut membuat publik penggemar sepak bola nasional juga geger dan mengecam keras tindakan yang diduga dari oknum suporter Persija Jakarta.
Mereka juga melakoni perjalanan tandang mengawal klubnya yang bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada Sabtu (10/10).
Walau demikian, pihak Persija menegaskan tidak ada pembelaan dan pembenaran terhadap aksi tak terpuji tersebut. Sehingga, mereka turut mendukung adanya pengusutan tuntas kepada para pelaku.(YAN)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.