Langsung ke konten
Minggu, 11 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

FPK Kabupaten Pasuruan Ajak Generasi Muda Telusuri Sejarah Mbah Wongsopati

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Pasuruan mengajak generasi muda untuk menggali sejarah lokal dan kearifan lokal guna

Kebersamaan pengurus FPK Kabupaten Pasuruan bersama unsur Karang Taruna, Ansor, Banser, dan Pagar Nusa usai kegiatan dialog sejarah di Makam Mbah Wongsopati, Grati.

Kebersamaan pengurus FPK Kabupaten Pasuruan bersama unsur Karang Taruna, Ansor, Banser, dan Pagar Nusa usai kegiatan dialog sejarah di Makam Mbah Wongsopati, Grati.

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Pasuruan mengajak generasi muda untuk menggali sejarah lokal dan kearifan lokal guna memperkuat wawasan kebangsaan serta menjaga identitas daerah. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan Dialog Kearifan Lokal Perjuangan Mbah Wongsopati yang dikenal sebagai leluhur masyarakat Pasuruan wilayah timur.

Kegiatan yang dihelat di kawasan Makam Mbah Wongsopati, Grati, Kabupaten Pasuruan, ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Karang Taruna Desa Sumberdawesari hingga kader Gerakan Pemuda Ansor, Banser, dan Pagar Nusa.

Antusiasme peserta dari berbagai elemen masyarakat dan pemuda saat mengikuti Dialog Kearifan Lokal Perjuangan Mbah Wongsopati di Kabupaten Pasuruan.
Antusiasme peserta dari berbagai elemen masyarakat dan pemuda saat mengikuti Dialog Kearifan Lokal Perjuangan Mbah Wongsopati di Kabupaten Pasuruan.

Pentingnya Mengenal Sejarah Lokal Sejak Dini

Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Ahmad Bayhaqi Kadmi atau yang akrab disapa Gus Bay, menjelaskan bahwa pengenalan sejarah lokal sangat penting bagi generasi muda agar mereka tidak lupa dengan asal-usul daerahnya sendiri. Menurutnya, pemahaman sejarah tidak boleh hanya berfokus pada tokoh nasional, melainkan harus dimulai dari lingkungan terdekat.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD, Ketua PDDI Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Apresiasi Antusiasme 200 Karyawan PT HM Sampoerna dalam Aksi Donor Darah

Iklan

Baca juga: Pilkades Serentak Kabupaten Pasuruan 2023, Edi Winarko Menang Telak di Desa Sumberdawesari Grati

“Anak-anak Pasuruan jangan sampai mengetahui sejarah sampai ke luar negeri, tetapi tidak mengetahui sejarah lokalnya sendiri,” ungkap Gus Bay.

Ia juga menambahkan bahwa keberagaman etnis dan budaya yang ada di Kabupaten Pasuruan merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat melalui dialog dan pemahaman sejarah.

Suasana saat Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Gus Bay, memaparkan materi sejarah dan pentingnya riset mendalam mengenai leluhur Mbah Wongsopati.
Suasana saat Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Gus Bay, memaparkan materi sejarah dan pentingnya riset mendalam mengenai leluhur Mbah Wongsopati.

Menelusuri Jejak Perjuangan dan Hubungan dengan Pangeran Diponegoro

Dalam paparannya, Gus Bay turut mengupas dugaan keterkaitan Mbah Wongsopati dengan laskar perjuangan Pangeran Diponegoro pada masa Perang Jawa tahun 1825–1830. Selepas perang berakhir, banyak pengikut Pangeran Diponegoro yang berpindah wilayah dan menetap di daerah baru untuk mengembangkan kehidupan sosial serta keagamaan.

Kendati demikian, Gus Bay menegaskan bahwa kisah tersebut memerlukan pengujian bukti historis, arsip, serta penelitian yang mendalam agar dapat divalidasi sebagai fakta sejarah yang sahih, bukan sekadar cerita rakyat lisan. Ia mendorong generasi muda dan komunitas setempat untuk aktif mendokumentasikan serta meneliti peninggalan leluhur secara terbuka dan bertanggung jawab.(Ans)

Jajaran pengurus FPK Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus menggali dan merawat warisan kearifan lokal demi memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda.
Jajaran pengurus FPK Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus menggali dan merawat warisan kearifan lokal demi memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.