Langsung ke konten
Sabtu, 10 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Kemenkomdigi Gelar Workshop Cakap Digital di Ponpes Raudlatul Ulum Arrahmaniyah Sampang Sekaligus Resmikan Media Center RUA

SAMPANG | JATIMSATUNEWS.COM– Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian KomDigi) Republik Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam membangun literasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan. Kali ini, Kementerian KomDigi sukses menggelar “Workshop Pemberdayaan Santri Cakap Digital: Integrasi Teknologi dan Akhlakul Karimah di Lingkungan Pesantren” di Yayasan Pena Almas’udiyah Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah (RUA), Pramian, Desa Taman, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, pada Jumat, 09 Oktober 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan santri ini tidak hanya berhenti pada sesi edukasi kelas, tetapi juga ditutup dengan peresmian fasilitas digital baru serta sesi siniar eksklusif.

Hadir secara langsung dalam acara tersebut Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian KomDigi RI, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, untuk memberikan paparan utama sekaligus meresmikan fasilitas penunjang digital pesantren.

Sinergi Bersama Pesantren dan Pesan Penting dari Pihak YayasanAcara yang sarat akan edukasi ini diawali dengan sambutan hangat dari pimpinan yayasan.

Dalam welcoming speech yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Pena Almas’udiyah, KH. Mushaddaq Chalili, SH. MH. — yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah (RUA), Ust. Humaini Shanhaji — disampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak kementerian.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Meutya Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital atas terjalinnya kerja sama yang baik dengan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif ini,” ujar Ust. Humaini di hadapan para santri dan tamu undangan.

Tantangan AI dan Kunci Ketahanan Generasi SantriMemasuki sesi inti (keynote speech), Dr. Sonny Hendra Sudaryana memaparkan dinamika perkembangan teknologi global yang bergerak sangat masif. Ia menyoroti bagaimana kecepatan inovasi masa kini jauh melampaui era sebelumnya.

“Dulu, sebelum era teknologi 4G, arah perkembangan teknologi masih bisa diprediksi dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Namun saat ini, di era 5G, dalam hitungan tiga bulan saja perubahannya sudah sangat pesat dan sulit diprediksi,” ungkap Dr. Sonny.

Iklan

Ia juga mengingatkan para santri mengenai kehadiran Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) yang membawa peluang sekaligus potensi ancaman bagi generasi masa kini.

Kendati demikian, Dr. Sonny menekankan bahwa santri tidak perlu gentar, asalkan mereka memiliki tiga modal utama yang tidak akan pernah dimiliki oleh AI: * Ambisi * Imajinasi * KemauanKetiga elemen inilah yang menjadi pembeda esensial antara manusia—khususnya kalangan santri—dengan mesin pintar.

Peluang Positif dan Menjaga Akhlakul Karimah di Dunia MayaLebih lanjut, Dr. Sonny menegaskan bahwa santri harus melek digital karena evolusi teknologi adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan dan memperluas jangkauan dakwah.

Sebagai contoh konkret, ia menyebutkan transformasi cara mengaji kitab kuning di era modern. Jika dahulu pengajian di surau atau mushalla hanya dihadiri oleh 30 hingga 40 orang jamaah secara terbatas, kini melalui platform digital, pengajian dapat disiarkan secara online dan disimak oleh ribuan hingga jutaan jamaah dari berbagai belahan dunia langsung dari para kiai.

“Teknologi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif,” tegasnya.

Sebagai penutup sesi materi, Dr. Sonny menitipkan pesan penting kepada seluruh santri agar senantiasa menjaga tata krama, adab, dan akhlakul karimah yang baik, meski kini mereka telah hidup dan beraktivitas di ruang tanpa batas dunia digital.Peresmian Media Center RUA dan Wawancara Eksklusif Podcast

Iklan

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan di luar ruangan dengan agenda monumental. Dr. Sonny Hendra Sudaryana bersama jajaran pengurus pesantren bergeser menuju lokasi pusat informasi digital baru milik pesantren.

Sebagai simbol resmi dimulainya era baru pengelolaan informasi santri, Dr. Sonny melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya Media Center RUA. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas di bidang jurnalistik digital, produksi konten positif, serta pengelolaan media komunikasi pesantren secara profesional.

Tidak berhenti di situ, rangkaian kunjungan kerja tersebut ditutup dengan sesi wawancara eksklusif di studio Podcast RUA. Dalam bincang-bincang mendalam tersebut, Dr. Sonny membagikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi pondok pesantren dalam menghadapi gelombang disrupsi digital, sekaligus mengapresiasi langkah proaktif Ponpes RUA dalam membangun infrastruktur digital mandiri.Imbauan untuk Santri dan Alumni.

Melalui momentum ini, pihak pondok pesantren juga mengimbau kepada seluruh santri, wali santri, dan para alumni untuk senantiasa terhubung serta mengikuti perkembangan informasi resmi seputar kegiatan pondok.

Seluruh civitas akademika dan keluarga besar Ponpes RUA diajak untuk aktif menyimak pembaruan informasi melalui kanal media sosial resmi RUA PRAKTIS di berbagai platform, mulai dari Facebook, Instagram, TikTok, hingga YouTube RUA PRAKTIS, agar tidak ketinggalan berbagai kabar terbaru dan dokumentasi kegiatan positif di lingkungan pesantren.

pewarta: Fc

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.