Langsung ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Departemen Kimia UB Berpartisipasi Aktif dalam IC2MS 2026, Perkuat Kolaborasi Riset Kimia dan Material di Tingkat Internasional

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Departemen Kimia, Universitas Brawijaya (UB), kembali menunjukkan kiprah aktif dalam forum akademik internasional melalui

Sivitas akademika Departemen Kimia Universitas Brawijaya (UB) berpartisipasi aktif dalam The 8th International Conference on Chemistry and Material Sciences (IC2MS 2026) untuk memperkuat kolaborasi riset internasional.

Sivitas akademika Departemen Kimia Universitas Brawijaya (UB) berpartisipasi aktif dalam The 8th International Conference on Chemistry and Material Sciences (IC2MS 2026) untuk memperkuat kolaborasi riset internasional. (Foto: Humas UB)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Departemen Kimia, Universitas Brawijaya (UB), kembali menunjukkan kiprah aktif dalam forum akademik internasional melalui keikutsertaan pada The 8th International Conference on Chemistry and Material Sciences (IC2MS 2026).

Konferensi ini diadakan pada 15-16 September 2026. Ajang internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta memperkuat jejaring dan kolaborasi di bidang kimia dan ilmu material.

IC2MS merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan melalui konsorsium empat perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Jember (UNEJ), dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kolaborasi antarinstitusi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penguatan kerja sama akademik dan penelitian lintas perguruan tinggi dan lintas negara.

Baca juga: FTIK UIN Malang Perkuat Internasionalisasi, Sambut Delegasi Universiti Malaya dalam International Program

Baca juga: Mahasiswa Internasional FITK UIN Malang Ikut Berpartisipasi dalam Grand Opening Qur’anic Academic Talk

Delegasi Aktif Departemen Kimia UB di Kancah Internasional

Pada IC2MS 2026, Departemen Kimia UB berpartisipasi secara aktif dengan menghadirkan 1 Keynote Speaker dan 1 Invited Speaker, serta mengikutsertakan dosen dan mahasiswa sebagai presenter dalam sesi oral maupun poster. Delegasi Departemen Kimia UB terdiri atas 10 dosen sebagai oral presenter, 2 dosen sebagai poster presenter, 6 mahasiswa sebagai oral presenter, dan 4 mahasiswa sebagai poster presenter.

Keikutsertaan yang luas tersebut menunjukkan komitmen Departemen Kimia UB dalam mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam forum ilmiah internasional sekaligus memperluas diseminasi hasil penelitian kepada komunitas akademik global.

Deretan Prestasi Membanggakan Sivitas Akademika UB

Partisipasi Departemen Kimia UB juga menghasilkan sejumlah prestasi membanggakan. Yuniar Ponco Prananto, Ph.D. dan Dr.rer.nat. Rachmat Triandi Tjahjanto berhasil meraih penghargaan sebagai Best Oral Presenter, sedangkan Izaz Aqeiluz Zahara, mahasiswa program Doktor Kimia (S3 Kimia) memperoleh penghargaan sebagai Best Poster Presenter.

Iklan

Prestasi tersebut menjadi apresiasi terhadap kualitas penelitian dan kemampuan sivitas akademika Departemen Kimia UB dalam mengomunikasikan hasil penelitian secara ilmiah di forum internasional.
Ketua Departemen Kimia Universitas Brawijaya, Anna Safitri, Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi dan prestasi dosen serta mahasiswa Departemen Kimia UB dalam IC2MS 2026.

“Keikutsertaan Departemen Kimia Universitas Brawijaya dalam IC2MS 2026 merupakan bagian penting dari upaya kami untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan visibilitas akademik internasional, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Prestasi yang diraih sebagai Best Presenter dan Best Poster Presenter juga menunjukkan bahwa hasil penelitian dan kemampuan akademik sivitas akademika Departemen Kimia UB memiliki daya saing di tingkat internasional.”

Lebih lanjut, Anna menambahkan bahwa keberlanjutan konsorsium IC2MS memiliki nilai strategis bagi pengembangan jejaring akademik.

“IC2MS tidak hanya menjadi forum untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun koneksi, bertukar perspektif, dan menginisiasi kolaborasi baru. Kami berharap kerja sama antara UM, UB, UNEJ, dan UiTM Malaysia dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai kegiatan akademik dan penelitian bersama yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.”

Kesiapan Departemen Kimia UB Menjadi Tuan Rumah IC2MS 2027

Komitmen terhadap keberlanjutan kolaborasi tersebut akan dilanjutkan melalui penyelenggaraan IC2MS 2027, yang akan dilaksanakan di Departemen Kimia, Universitas Brawijaya.

Penyelenggaraan IC2MS 2027 di UB diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Departemen Kimia sebagai bagian dari jejaring akademik internasional, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk berbagi hasil penelitian dan membangun kolaborasi dengan mitra dari berbagai negara.

Kegiatan IC2MS 2026 memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:
• SDG 4, Quality Education: melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kapasitas akademik dosen serta mahasiswa melalui forum ilmiah internasional.
• SDG 9, Industry, Innovation and Infrastructure: melalui diseminasi penelitian di bidang kimia dan material sciences serta pengembangan inovasi berbasis riset.
• SDG 17, Partnerships for the Goals: melalui kolaborasi internasional antara UM, UB, UNEJ, dan UiTM Malaysia, serta pengembangan jejaring penelitian dan akademik lintas institusi.
• SDG 12, Responsible Consumption and Production: khususnya melalui penelitian-penelitian kimia dan material yang berpotensi mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien, pengembangan material berkelanjutan, serta solusi terhadap permasalahan lingkungan.

Dengan partisipasi aktif dalam IC2MS 2026 dan kesiapan menjadi tuan rumah IC2MS 2027, Departemen Kimia UB terus berkomitmen untuk memperkuat excellence in research, international academic collaboration, dan kontribusi ilmu kimia bagi pembangunan berkelanjutan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.