Langsung ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Ledakan Ruko San Antonio, DPD RI Lia Istifhama Dorong Penguatan SOP K3 dan Keselamatan Penggunaan Tabung Gas

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Insiden ledakan yang diduga berkaitan dengan tabung gas di kawasan ruko San Antonio, Pakuwon, Surabaya, menjadi perhatian

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan perhatian serius terhadap insiden ledakan tabung gas di kawasan San Antonio, Surabaya, dengan mendorong penguatan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja bagi para pelaku usaha.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan perhatian serius terhadap insiden ledakan tabung gas di kawasan San Antonio, Surabaya, dengan mendorong penguatan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja bagi para pelaku usaha. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Insiden ledakan yang diduga berkaitan dengan tabung gas di kawasan ruko San Antonio, Pakuwon, Surabaya, menjadi perhatian Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Ning Lia Istifhama. Ia mendorong agar peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya bagi pelaku usaha yang menggunakan tabung gas.

Lia menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Terlebih, insiden itu tidak hanya menimbulkan kerusakan material, tetapi juga menyebabkan lima warga mengalami luka dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo.

“Kita turut prihatin dan bersedih atas musibah ledakan akibat tabung gas di Pakuwon Surabaya. Terlebih bukan hanya kerusakan material, namun juga membuat lima warga menjadi korban luka yang kini masih dirawat intensif di RSUD Soetomo,” ujar Lia saat dihubungi media, Selasa (6/10/2026).

Baca juga: Hari Kereta Api Nasional ke-81, Khofifah Tegaskan Pelayanan Prima dan Keselamatan Jalur di Jatim

Baca juga: Mencekam, Ledakan Tabung Gas Elpiji di Depot Kebuli Tarim Pasuruan, Empat Karyawan Alami Luka Bakar Serius

Di tengah musibah tersebut, Lia juga mengapresiasi pelayanan medis yang diberikan RSUD Dr. Soetomo kepada para korban. Ia berharap seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan segera diberikan kesembuhan.

Menurut Lia, penanganan terhadap korban harus berjalan beriringan dengan upaya mencari penyebab pasti insiden. Karena itu, ia mendorong pihak berwenang melakukan investigasi secara menyeluruh dan komprehensif.

Bagi Lia, investigasi tidak semata-mata diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan. Lebih jauh, hasil investigasi harus dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

“Harapannya, investigasi yang dilakukan pihak berwajib memberikan hasil yang detail dan komprehensif. Ini penting sebagai bahan analisa dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di manapun,” tegasnya.

Pelaku Usaha Diminta Pahami Potensi Bahaya

Lia menilai salah satu aspek penting dalam pencegahan kecelakaan adalah kemampuan pengelola usaha dalam mengenali potensi bahaya atau hazard sejak awal.

Menurutnya, pemahaman terhadap risiko harus menjadi bagian dari manajemen internal setiap tempat usaha, terutama pada sektor yang memiliki potensi risiko keselamatan cukup tinggi.

Iklan

“Yang paling pokok terkait pencegahan adalah kembali pada manajerial internal kita semua, terutama para pelaku usaha. Bagaimana upaya mencegah kecelakaan melalui pemahaman hazard atau potensi bahaya, serta bagaimana ketika insiden bahkan accident terjadi,” jelasnya.

Karena itu, Lia mendorong penguatan sosialisasi K3 di berbagai sektor usaha. Sosialisasi, kata dia, idealnya tidak berhenti pada pemenuhan administrasi atau formalitas, tetapi juga disertai pemahaman praktis dan pendampingan objektif dari instansi terkait.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah tempat usaha yang menggunakan tabung gas dengan kapasitas mulai 12 kilogram hingga 50 kilogram.

Lia menilai perlu ada standar operasional prosedur (SOP) yang jelas mengenai penggunaan, penyimpanan, penempatan, hingga langkah penanganan apabila muncul kondisi yang berpotensi membahayakan.

“Harus ada SOP terkait potensi hazard atau faktor intrinsik bahaya yang melekat pada tabung itu,” katanya.

Penempatan Tabung dan Ventilasi Perlu Diperhatikan

Selain SOP, Lia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan tempat tabung gas digunakan maupun disimpan.

Menurutnya, aspek sirkulasi udara dan ventilasi harus menjadi perhatian. Penempatan tabung juga perlu dilakukan secara tepat dan tidak sembarangan, termasuk tidak menempatkannya terlalu berdekatan dengan sumber maupun tabung lainnya.

Iklan

Langkah pencegahan juga harus didukung dengan ketersediaan sarana keselamatan. Salah satunya alat pemadam api ringan (APAR) yang harus tersedia dan mudah dijangkau apabila terjadi kondisi darurat.

Tidak kalah penting, pengelola usaha dan pekerja juga perlu memahami langkah yang harus dilakukan ketika muncul near miss, yakni kondisi atau kejadian yang hampir menimbulkan kecelakaan.

“Intinya situasional. Yang terpenting bagaimana pelaku usaha memahami risiko, menyediakan sarana keselamatan, dan mengetahui langkah antisipasi ketika terjadi kondisi bahaya,” ujarnya.

Pengawasan SOP Harus Berjalan

Lia menegaskan bahwa penerapan K3 tidak cukup hanya dengan menyediakan peralatan keselamatan dan membuat SOP. Pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur juga menjadi bagian penting dari sistem keselamatan.

Menurutnya, sumber daya manusia atau pelaku usaha harus memiliki kemampuan untuk mengenali risiko serta memahami langkah antisipasi apabila terjadi kondisi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Pengawasan SOP kerja ini juga meliputi kemampuan SDM atau pelaku usaha untuk memahami risiko dan segala antisipasi kecelakaan kerja di sektor pekerjaan yang digelutinya,” pungkas Lia.

Ia berharap insiden di kawasan San Antonio dapat menjadi pembelajaran bersama bagi pelaku usaha, pekerja, maupun pemangku kepentingan terkait untuk semakin memperkuat budaya keselamatan.

Dengan investigasi yang komprehensif dan evaluasi penerapan K3, setiap potensi bahaya di lingkungan usaha diharapkan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kecelakaan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.