JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Dukungan terhadap Tim Nasional (Timnas) Indonesia tidak selalu harus ditunjukkan dari dalam stadion. Bagi Senator DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, dukungan terhadap skuad Garuda bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk mengajak masyarakat ikut merasakan euforia pertandingan.
Hal itu ditunjukkan Ning Lia saat Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026) malam.
Gelar Game Tebak Skor Berhadiah untuk Rangkul Netizen
Sebelum pertandingan, Ning Lia menggelar game Tebak Skor melalui media sosial. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut memberikan dukungan sekaligus meramaikan atmosfer pertandingan.
Baca juga: Tebar Aura Positif, Keseruan Ning Lia Bareng Anak Spesial di Surabaya
“Animo masyarakat mendukung Timnas sangat luar biasa, karena itu saya menyalurkan dukungan itu dalam game Tebak Skor,” kata Ning Lia, Senin (5/10/2026) malam.
Game tersebut mendapat sambutan antusias dari netizen. Ning Lia menyiapkan hadiah total e-wallet senilai Rp1 juta untuk 10 pemenang, masing-masing mendapatkan Rp100 ribu.
Para pemenang selanjutnya diumumkan melalui akun Instagram @sahabatninglia. Ning Lia juga mengingatkan peserta yang merasa prediksinya tepat untuk memantau akun tersebut.
Menurut Ning Lia, kegiatan Tebak Skor bukan sekadar permainan. Ia menyebut aktivitas tersebut merupakan salah satu bentuk partisipasi dan dukungan terhadap perjuangan Timnas Indonesia.
“Ini tebak skor yang kesekian yang saya selenggarakan. Ini wujud partisipasi dukungan saya untuk Timnas,” ungkap alumnus FISIP Universitas Airlangga tersebut.
Pilih Nobar di Luar Stadion dan Berbaur dengan Ojek Online
Dukungan Ning Lia tidak berhenti di media sosial. Ia juga menyempatkan hadir langsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, untuk merasakan atmosfer pertandingan bersama masyarakat.
Menariknya, meski memiliki tiket untuk menyaksikan pertandingan dari dalam stadion, Ning Lia memilih mengikuti nonton bareng (nobar) bersama para pendukung Timnas di area luar stadion yang menampilkan pertandingan melalui layar lebar.
Di lokasi tersebut, Ning Lia juga berbaur dengan sejumlah pengemudi ojek online yang turut menyaksikan perjuangan Timnas.
Bagi Ning Lia, kebersamaan masyarakat dalam memberikan dukungan justru menjadi bagian penting dari euforia sepak bola nasional. Ia melihat dukungan tidak hanya datang dari tribun stadion, tetapi juga dari masyarakat yang menyaksikan pertandingan melalui layar televisi, layar lebar, warung kopi, maupun dari rumah masing-masing.
“Saya melihat antusias dan euforia masyarakat sangat luar biasa, baik yang menonton langsung di stadion maupun di luar stadion. Semua mendukung dan mendoakan kemenangan Timnas Indonesia,” pungkasnya.
Juara Dramatis Lewat Adu Penalti, Bukti Energi Positif Suporter
Dukungan dan doa masyarakat akhirnya berbuah manis. Timnas Indonesia berhasil menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand melalui pertandingan dramatis.
Indonesia sempat unggul lebih dahulu melalui gol Dean James pada menit ke-84. Thailand kemudian menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron pada menit ke-87.
Pertandingan semakin sengit pada babak tambahan. Thailand sempat berbalik unggul melalui Chamrasamee Peeradol pada menit ke-111.
Namun, perjuangan Garuda belum berakhir. Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama tos-tosan tersebut, kiper Emil Audero tampil gemilang. Indonesia akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-2 melalui adu penalti.
Bagi Ning Lia, kemenangan tersebut menjadi gambaran bagaimana dukungan masyarakat, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang memberikan semangat dari berbagai tempat, menjadi bagian dari energi positif bagi perjuangan Timnas Indonesia.
Dukungan itu pun tidak hanya hadir dalam bentuk sorakan saat pertandingan berlangsung, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang mampu mempertemukan semangat olahraga dengan kebersamaan masyarakat.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.