NUSA TENGGARA TIMUR | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya menumbuhkan kesadaran kesehatan mental sejak dini dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan mental dan psikososial kepada siswa UPTD SD Negeri Bena, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Magister Psikologi, bidang Psikologi Sosial, Universitas Negeri Malang bersama Yayasan Bakti Berkarya untuk Bangsa (BARAKARSA Indonesia) sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung kesejahteraan psikologis anak.
Langkah Awal Menuju Lingkungan Belajar yang Sehat dan Ramah Anak

Kegiatan edukasi yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 08.30 – 10.00 WITA ini diikuti oleh 25 siswa UPTD SD Negeri Bena yang berasal dari kelas 2 – 6 dan di dampingi bersama Bapak Fransiskus Timu, S.Pd selaku Guru Kelas beserta Bapak/Ibu Guru yang sedang berada di sekolah melihat proses kegiatan berlangsung.
Bertempat di UPTD SD Negeri Bena, kegiatan dirancang sebagai ruang belajar yang interaktif dan ramah anak untuk memperkenalkan pentingnya kesehatan mental sejak usia sekolah. Materi edukasi diarahkan pada pemahaman sederhana mengenai kesehatan mental dan psikososial, pengenalan emosi, pentingnya menjaga hubungan sosial yang positif, serta kesadaran untuk berani menyampaikan perasaan dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang membuat anak merasa tidak nyaman.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesejahteraan psikologis dan kemampuan membangun relasi yang sehat dengan lingkungan sekitar.
Baca juga: Dosen dan Mahasiswa UM Kenalkan Game PUNAKAWAN untuk Cegah Cyberbullying di SD Negeri 5 Jambangan
Baca juga: Komitmen Polri dalam Pemulihan Pascabanjir, SD Negeri di Aceh Tamiang Siap Digunakan
Dampak Aktivitas dan Kontribusinya terhadap SDGs
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Magister Psikologi Sosial Universitas Negeri Malang mengembangkan kegiatan edukasi dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan psikologis anak usia sekolah. Siswa didorong untuk mengenali perasaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, memahami bahwa setiap emosi memiliki fungsi, serta belajar merespons situasi sosial secara lebih positif.

Kegiatan juga menekankan pentingnya komunikasi, dukungan teman sebaya, rasa aman di lingkungan sekolah, dan keberanian meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi masalah. Kolaborasi bersama Yayasan Bakti Berkarya untuk Bangsa (BARAKARSA Indonesia) serta dukungan Kampung Adat Bena sebagai mitra pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun pelaksanaan kegiatan yang kontekstual dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Program ini memberikan kontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama :
- SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan dukungan kesehatan mental dan upaya promotif-preventif bagi anak, serta
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi yang mendukung proses belajar dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Kegiatan ini juga mencerminkan
- SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena melibatkan kolaborasi antara mahasiswa perguruan tinggi, Yayasan BARAKARSA Indonesia, Kampung Adat Bena, dan lingkungan sekolah.
Melalui sinergi tersebut, edukasi kesehatan mental diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, suportif, dan mendukung kesejahteraan psikologis anak.





Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.