MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Departemen Tanah (DT), Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB), memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi penelitian bersama University of Goettingen, Jerman.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengungkap secara lebih komprehensif potensi sistem agroforestri kopi di Jawa Timur dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini secara khusus mengkaji kemampuan agroforestri kopi dalam menyimpan karbon sekaligus menekan emisi gas rumah kaca non-CO₂, serta mempertahankan keberlanjutan produksi kopi.
Riset ini menjadi bagian dari upaya pengembangan climate-smart agroforestry, yakni pendekatan pengelolaan lahan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga mempertimbangkan fungsi ekologis dan kontribusinya terhadap mitigasi perubahan iklim.
Baca juga: Ulang Tahun Ke 7, Spirit SRPB Jatim Dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Baca juga: Lawan Alih Fungsi Lahan di Malang, Peneliti UM Tawarkan Solusi Agroforestri Kopi
Kolaborasi penelitian tersebut dijalankan oleh tiga dosen Departemen Tanah FBiPK UB, yakni Prof. Syahrul Kurniawan, SP., MP., Ph.D., Prof. Ir. Sri Rahayu Utami, MSc., Ph.D., dan Rizki Maulana Ishaq, SP., MP.
Sementara dari University of Goettingen, penelitian melibatkan Prof. Dr. Edzo Veldkamp dan Dr. Marife D. Corre dari Department of Soil Science Tropical and Subtropical Ecosystems.
Kerja sama tersebut merupakan salah satu implementasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati dan ditandatangani oleh Universitas Brawijaya dan University of Goettingen pada Juli 2026.
Prof. Syahrul Kurniawan, SP., MP., Ph.D., mengatakan, kolaborasi antara Departemen Tanah Fakultas Pertanian, Budidaya, dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya dengan University of Goettingen menjadi langkah penting untuk memperkuat penelitian agroforestri kopi, khususnya dalam mengkaji pengaruh kompleksitas vegetasi dan pengelolaan lahan terhadap penyimpanan karbon serta dinamika gas rumah kaca.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Departemen Tanah FBiPK Universitas Brawijaya untuk memperkuat penelitian agroforestri kopi, khususnya dalam melihat bagaimana kompleksitas vegetasi dan pengelolaan lahan dapat berpengaruh terhadap penyimpanan karbon serta dinamika gas rumah kaca,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memperoleh dukungan pendanaan dari Deutsche Forschungsgemeinschaft (DFG) atau German Research Foundation untuk periode 2026–2029.
Prof. Edzo Veldkamp Kunjungi Malang
Sebagai bagian dari tahap awal implementasi kolaborasi, Prof. Dr. Edzo Veldkamp berada di Malang selama 12 hari. Kehadirannya diisi dengan sejumlah agenda akademik dan penelitian.
Prof. Veldkamp menjadi keynote speaker dalam The 2nd International Conference on Tropical Agroforestry in Indonesia (ICTAFI) yang berlangsung pada 23–24 September 2026.
Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan untuk menentukan calon lokasi penelitian agroforestri kopi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi bersama tim peneliti untuk menyusun dan menyelaraskan timeline pelaksanaan penelitian lapangan.
Agroforestri Kopi dan Tantangan Perubahan Iklim
Agroforestri kopi di Jawa Timur dinilai memiliki potensi penting untuk dikaji dalam perspektif perubahan iklim.
Agroforestri merupakan sistem penggunaan lahan di kawasan tropis yang secara sengaja memadukan tanaman pepohonan atau semak dengan tanaman pertanian. Sistem tersebut memungkinkan terjadinya interaksi ekologis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
Dibandingkan sistem pertanian monokultur, agroforestri memiliki potensi lebih besar dalam menyerap dan menyimpan karbon, baik pada biomassa di atas permukaan tanah maupun di dalam tanah.
Namun, besarnya simpanan karbon pada masing-masing sistem agroforestri dapat berbeda-beda. Variasi tersebut dipengaruhi antara lain oleh struktur vegetasi, komposisi tanaman, tingkat kompleksitas sistem, serta praktik pengelolaan lahan yang diterapkan petani.
Tidak hanya berkaitan dengan karbon, sistem agroforestri juga memiliki potensi dalam memengaruhi dinamika gas rumah kaca non-CO₂.
Sejumlah kajian sebelumnya mengindikasikan bahwa agroforestri berpotensi menurunkan emisi nitrous oxide (N₂O) yang antara lain dapat dipicu oleh penggunaan pupuk nitrogen secara intensif.
Selain itu, tanah pada sistem tertentu juga berpotensi meningkatkan penyerapan metana (CH₄) dari atmosfer.
Meski demikian, bukti ilmiah terkait dinamika gas rumah kaca non-CO₂ tersebut masih terbatas. Salah satu kendalanya adalah masih sedikit penelitian yang melakukan pengukuran langsung terhadap fluks gas tersebut di lapangan.
Karena itu, penelitian kolaboratif UB dan University of Goettingen ini menjadi penting karena berupaya melihat penyimpanan karbon sekaligus dinamika gas rumah kaca non-CO₂ dalam sistem agroforestri kopi.
Jawa Timur Jadi Laboratorium Penelitian Agroforestri Kopi
Jawa Timur dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian karena memiliki sejarah panjang budidaya kopi berbasis agroforestri yang dilakukan petani di kawasan pegunungan.
Wilayah tersebut juga memiliki keragaman sistem agroforestri dan karakteristik tanah vulkanik yang menjadi konteks menarik untuk mempelajari hubungan antara kompleksitas vegetasi, pengelolaan lahan, serta fungsi ekologis tanah.
Tahap awal penelitian dilakukan melalui penentuan calon plot agroforestri kopi, khususnya di kawasan lereng Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi.
Ketiga kawasan tersebut memberikan peluang bagi tim peneliti untuk mempelajari berbagai tingkat kompleksitas vegetasi serta praktik pengelolaan lahan yang diterapkan petani.
Enam Hari Menyusuri Lereng Arjuno, Anjasmoro dan Kawi
Untuk menentukan plot penelitian, tim kolaborasi melaksanakan survei selama enam hari, mulai 25 hingga 30 September 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan di kawasan lereng Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi.
Dalam proses survei, tim melakukan pengamatan terhadap struktur dan komposisi vegetasi, tutupan tajuk, kondisi tanah, serta berbagai praktik pengelolaan lahan yang telah diterapkan oleh petani pemilik lahan.
Pengamatan tersebut menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi variasi sistem agroforestri kopi yang terdapat di lapangan sekaligus menilai kesesuaiannya dengan rancangan penelitian.
Pemilihan plot juga menjadi dasar dalam membangun perbandingan antara sistem agroforestri dengan tingkat kompleksitas yang berbeda.
Setelah rangkaian survei lapangan selesai, tim Departemen Tanah FBiPK UB dan University of Goettingen melanjutkan kegiatan melalui diskusi bersama.
Forum tersebut digunakan untuk membahas hasil pengamatan lapangan, mengevaluasi calon plot penelitian, serta menyelaraskan rancangan dan tahapan penelitian berikutnya.
Diskusi juga menjadi bagian dari koordinasi ilmiah untuk memastikan lokasi penelitian dan metode pengumpulan data dapat mendukung tujuan riset secara terukur.
Berbagai aspek yang masih membutuhkan perhatian lebih lanjut turut diidentifikasi sebelum penelitian memasuki tahapan pengukuran lapangan dan analisis laboratorium.
Perkuat Riset untuk Agroforestri yang Cerdas Iklim
Kolaborasi Departemen Tanah FBiPK UB dan University of Goettingen diharapkan mampu memperkuat pemahaman ilmiah mengenai hubungan antara kompleksitas agroforestri kopi, simpanan karbon di atas dan di bawah permukaan tanah, serta fluks gas rumah kaca non-CO₂.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menghasilkan informasi ilmiah yang relevan untuk mendukung pengembangan strategi pengelolaan agroforestri yang memperhatikan aspek mitigasi perubahan iklim sekaligus keberlanjutan produksi kopi.
Tidak berhenti pada hasil penelitian, kolaborasi internasional tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Departemen Tanah FBiPK UB.
Salah satu dosen Departemen Tanah FBiPK UB direncanakan melanjutkan studi program doktoral di University of Goettingen dengan mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan kolaborasi tersebut.
Kerja sama ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, dan perluasan jejaring penelitian internasional.
Melalui kolaborasi dengan University of Goettingen, Departemen Tanah FBiPK UB berupaya memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pengetahuan mengenai agroforestri kopi di kawasan tropis sekaligus mendorong pengelolaan lanskap pertanian yang lebih berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan iklim.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan global di bidang pendidikan dan penelitian.


Kolaborasi 2 kampus di ruang diskusi


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.