PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Musibah kecelakaan yang menimpa kader Banser Kota Pasuruan, Sahabat Badrus Salam, bersama istri dan dua anaknya, menjadi momentum hadirnya solidaritas dan kepedulian lintas daerah. Berkat koordinasi antara PC GP Ansor Kota Pasuruan, PC GP Ansor Kabupaten Klaten, serta Pemerintah Kabupaten Pasuruan, korban akhirnya dapat dipulangkan dari Klaten ke Pasuruan untuk mendapatkan perawatan yang lebih dekat dengan keluarga.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) siang di wilayah Klaten. Badrus Salam bersama istri dan kedua anaknya sebelumnya melakukan perjalanan jauh dari Pasuruan untuk menghadiri Haul Habib Ali Al-Habsyi di Solo dan berencana melanjutkan perjalanan ziarah ke makam KH Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta.
Dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta dan saat melintasi wilayah Klaten, kendaraan yang ditumpangi keluarga tersebut mengalami kecelakaan setelah tersenggol kendaraan lain. Peristiwa itu kemudian ditangani oleh kepolisian setempat dan seluruh korban dirujuk ke RS Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk mendapatkan penanganan medis.
Situasi menjadi semakin berat karena seluruh anggota keluarga Badrus Salam yang berada dalam perjalanan turut menjadi korban. Sementara itu, keluarga besar mereka berada di Pasuruan sehingga tidak ada keluarga yang dapat secara langsung mendampingi selama proses perawatan dan pengurusan administrasi di Klaten.
Kondisi tersebut mendorong Ketua PC GP Ansor Kota Pasuruan, Sahabat Bahrudin Akbar Wahyudi, untuk segera melakukan koordinasi. Bahrudin yang juga merupakan anggota DPRD Kota Pasuruan Komisi II menghubungi jajaran GP Ansor Jawa Timur untuk kemudian disambungkan dengan PC GP Ansor Kabupaten Klaten.
Koordinasi tersebut menghasilkan dukungan dari Ketua PC GP Ansor Kabupaten Klaten, Sahabat Hari Eko, bersama Kasatkorcab Banser Klaten, Sahabat Ragil Guntur. Keduanya membantu mendampingi korban sekaligus membantu proses pengurusan berita acara kecelakaan di Polres Klaten.
Dokumen berita acara kecelakaan tersebut menjadi salah satu kelengkapan administrasi yang diperlukan dalam proses pengurusan Jasa Raharja bagi Badrus Salam dan keluarganya. Pendampingan ini menunjukkan bahwa jejaring organisasi tidak hanya berfungsi dalam kegiatan sosial dan kaderisasi, tetapi juga dapat menjadi kekuatan solidaritas ketika kader atau masyarakat menghadapi situasi darurat.
Di sisi lain, upaya pemulangan korban juga dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Pada pelaksanaan Haul Habib Ali Al-Habsyi di Solo tahun 2026, Pemkab Pasuruan memang menyiagakan tiga unit ambulans HiAce melalui layanan Pasuruan Siaga untuk melayani jamaah asal Pasuruan.
Melihat kondisi tersebut, PC GP Ansor Kota Pasuruan mengupayakan agar salah satu ambulans yang berada di Solo dapat digunakan untuk menjemput Badrus Salam dan keluarganya dari Klaten. Koordinasi kemudian dilakukan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dr. Arma Roosalnia, M.Kes., Wakil Bupati Pasuruan Gus Sobih, serta Bupati Pasuruan Rusdi.
Hasil koordinasi tersebut mendapat respons positif. Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan dan tim Pasuruan Siaga memfasilitasi proses penjemputan korban dari Klaten menuju Pasuruan sehingga keluarga tidak dibebani biaya transportasi pemulangan.
Ambulans berangkat dari RS Soeradji Tirtonegoro Klaten sekitar pukul 15.00 WIB dan tiba di RSUD Kota Pasuruan sekitar pukul 21.00 WIB. Setibanya di Pasuruan, korban kemudian dapat memperoleh penanganan medis lebih dekat dengan keluarga besar yang dapat memberikan pendampingan secara langsung.
Ketua PC GP Ansor Kota Pasuruan, Sahabat Bahrudin Akbar Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar GP Ansor Kabupaten Klaten yang telah bergerak cepat memberikan pendampingan kepada Badrus Salam dan keluarganya, termasuk membantu proses administrasi berita acara kecelakaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Pasuruan Rusdi, Wakil Bupati Pasuruan Gus Sobih, jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan di bawah koordinasi dr. Arma Roosalnia, M.Kes., serta tim Pasuruan Siaga yang telah memfasilitasi proses pemulangan korban dari Klaten menuju Pasuruan.
“Alhamdulillah, dalam situasi musibah seperti ini, kepedulian dan sinergi kemanusiaan benar-benar hadir. Kami sangat berterima kasih kepada GP Ansor Klaten dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah bergerak cepat membantu kader kami. Ini menjadi bukti bahwa ketika menyangkut keselamatan dan kemanusiaan, pemerintah dan masyarakat harus hadir bersama, tanpa terhambat oleh persoalan administratif,” ujar Bahrudin.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa penanganan keadaan darurat membutuhkan koordinasi yang cepat, komunikasi yang baik, serta jejaring solidaritas yang kuat. Solidaritas tidak mengenal batas wilayah, kepedulian dapat bergerak dari Klaten hingga Pasuruan, yang akhirnya mengantarkan mereka kembali ke daerah asal bersama keluarga besar. (Amin)






Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.