Langsung ke konten
Sabtu, 3 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Olahraga

Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin, Dua Veteran Thailand Tersisa di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin kembali menghadapi final turnamen Asia Tenggara di Indonesia setelah 10 tahun.

Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin kembali menghadapi final turnamen Asia Tenggara di Indonesia setelah 10 tahun./Instagram @changsuek

Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin kembali menghadapi final turnamen Asia Tenggara di Indonesia setelah 10 tahun./Instagram @changsuek

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Jelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand (5/10), sorotan juga mengarah kepada tim Gajah Perang selain tuan rumah Garuda.

Thailand menatap final ini bersama dua veterannya, Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin.

Dua pemain senior ini bahkan pernah menjalani final ajang Asia Tenggara di Indonesia 10 tahun lalu, yakni di Piala AFF 2016.

Baca juga: Hongkong Juara FIFA ASEAN Challenge Cup 2026, Timnas Indonesia Menyusul?

Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin, Representasi Pembinaan Asia Tenggara

Di tengah globalisasi di sepak bola dewasa ini, Asia Tenggara kini sudah terbuka bagi talenta yang tumbuh-kembang di luar kawasan tersebut.

Jika dulu Singapura menjadi negara yang identik dengan pemain naturalisasi non-keturunan, kini banyak negara mulai familier dengan pemain-pemain keturunan maupun non-keturunan.

Bahkan, Thailand yang dikenal dapat menghasilkan talenta lokal yang mampu berkarier di Liga Jepang, mereka tetap terbuka kepada pemain kelahiran luar negeri.

Sebut saja Nicholas Mickelson, Manuel Bihr, hingga Jude Soonsup-Bell.

Namun, di tengah keterbukaan tersebut Thailand masih menyisakan dua pemain senior binaan lokal yang pernah bermain di final Piala AFF 2016 yang berlangsung dua leg; Bogor dan Bangkok.

Dua pemain tersebut adalah Chanathip Songkrasin dan Sarach Yooyen.

Chanathip Songkrasin kini menjadi kapten Thailand dan akan berusia 33 tahun pada 5 Oktober 2026.

Gelandang serang ini mengoleksi 79 penampilan dan mencetak 15 gol.

Kemudian, wakil kapten Sarach Yooyen (34 tahun) telah mengemas 98 penampilan serta mencetak 9 gol untuk Gajah Perang.

Salah satu gol gelandang tengah ini tercipta ke gawang Vietnam di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026, yang menginspirasi kemenangan 2-0 timnya.

Keduanya pun menjadi representasi terhadap talenta binaan Asia Tenggara yang masih mampu bertahan di tengah tren pemain binaan luar kawasan.

Iklan

Menariknya, ketika Thailand masih menyisakan dua pemain dari final leg satu Piala AFF 2016 di Bogor, Indonesia sudah tidak ada satu pun pemain yang tersisa.

Empat Pemain Indonesia Alumni Final Piala AFF 2020

Pemain terlama Indonesia merupakan alumni Piala AFF 2020 yang berlangsung akhir 2021 di Singapura.

Ada empat pemain di skuat Garuda saat ini yang pernah merasakan final Piala AFF 2020, yaitu Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Egy Maulana Vikri.

Mereka menjadi bagian dari kebijakan potong generasi yang dilakukan pelatih saat itu, Shin Tae-yong.

Meski sempat diragukan untuk melangkah jauh, skuat muda (usia rata-rata tim 23,7-23,8 tahun) tersebut kemudian tampil di final.

Mereka kemudian menjadi runner-up usai kalah agregat 2-6 dari Thailand, yang saat itu merengkuh gelar keenamnya.

Baca juga: Buru Sejarah Baru, Inilah Jadwal Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Pernah Kalah dari Indonesia di Bogor

Di antara perjalanan sukses Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin bersama Changsuek, mereka juga pernah merasakan kekalahan 1-2 dari Indonesia di final leg 1 Piala AFF 2016.

Saat itu, pertandingannya berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor pada 14 Desember 2016 pukul 19.00 WIB.

Striker andalan Thailand saat itu, Teerasil Dangda sempat membuat publik tuan rumah terdiam dengan golnya pada menit 33.

Namun, gol dari sepakan kaki kiri Rizky Pora—yang berubah arah akibat mengenai bek Thailand (65′), dan sundulan Hansamu Yama pada menit ke-70 membalikkan keadaan.

Memang, tim asuhan alm. Alfred Riedl kala itu gagal juara usai kalah 0-2 pada leg kedua di Bangkok, namun pengalaman kalah di Indonesia bisa saja membuat Sarach dan Chanathip wajib waspada.

Bukan tak mungkin, kejadian serupa terulang ketika kini mereka menjadi tangan kanan Anthony Hudson—untuk memimpin rekan setim—di atas lapangan.

Akankah kehadiran veteran seperti Chanathip Songkrasin dan Sarach Yooyen mampu membuat Thailand menegaskan diri sebagai raja Asia Tenggara di segala situasi.

Atau, justru mereka akan menjadi saksi munculnya raja Asia Tenggara baru yakni Indonesia. Tim dengan 23 pemain yang 10 tahun lalu masih menjadi penonton atau justru belum memikirkan jalannya menuju panggung internasional bersama Garuda. Patut ditunggu!(YAN)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.