MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kunjungan mahasiswa International Class Program Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang ke FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (2/10/2026), berlangsung dengan cara yang tidak sepenuhnya formal.
Sebelum memasuki agenda akademik bersama pimpinan fakultas dan program studi, rombongan Academic Mobility Program tersebut terlebih dahulu singgah di Academic Expo yang digelar di Sport Center dalam rangkaian Expo Maestro 2026. Booth FTIK UIN Malang menjadi salah satu titik yang mereka kunjungi.
Di Stand Nomor 7, mahasiswa UIN Walisongo berinteraksi dengan sivitas akademika FTIK UIN Malang, melihat berbagai aktivitas yang ditampilkan, sekaligus mengenal kehidupan akademik fakultas secara lebih dekat.
Dari suasana expo itulah perjumpaan kemudian berlanjut ke ruang akademik. Rombongan bertemu dengan pimpinan FTIK UIN Malang, jajaran program studi, serta pengelola unit International Office and Student Affairs (IOSA) FTIK.
Pertemuan tersebut membuka ruang percakapan mengenai pengalaman akademik, karakter pembelajaran, serta dinamika kehidupan mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi.
Bagi peserta Academic Mobility, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar di luar lingkungan kampus asal. Mereka tidak hanya datang untuk mendengar paparan kelembagaan, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana aktivitas akademik dan kehidupan sivitas berlangsung di kampus tujuan.
Kehadiran rombongan UIN Walisongo di tengah gelaran Expo Maestro juga memberikan warna berbeda pada suasana Academic Expo. Interaksi lintas kampus berlangsung di ruang yang relatif terbuka, mempertemukan mahasiswa, pengelola program studi, dan sivitas akademika dalam suasana yang lebih cair.
Dekan FTIK UIN Malang bersama jajaran pimpinan fakultas dan program studi turut menyambut kunjungan tersebut. Pertemuan itu menjadi momentum bagi kedua institusi untuk saling mengenalkan karakter akademik sekaligus membuka peluang hubungan yang lebih luas di antara mahasiswa dan pengelola program.
Academic Mobility pada akhirnya tidak hanya memindahkan mahasiswa dari satu kampus ke kampus lain. Program tersebut mempertemukan pengalaman, perspektif, dan kultur akademik yang berbeda.
Dari sebuah kunjungan di tengah keramaian expo, mahasiswa UIN Walisongo dan FTIK UIN Malang memperoleh ruang untuk saling mengenal. Dari perjumpaan itu pula, jejaring akademik lintas perguruan tinggi berpeluang tumbuh lebih jauh.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.