Langsung ke konten
Jumat, 2 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Gelar Dialog Ilmiah di MTs Al Huda Malang, MGMP Akidah Akhlak Tegaskan Mengajar dengan Cinta

Semangat tersebut mengemuka dalam dialog ilmiah bertajuk "Ketika Ilmu Disampaikan Dengan Cinta" yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Pengurus dan peserta dialog ilmiah MGMP Akidah Akhlak MTs se-Kota Malang berfoto bersama usai kegiatan refleksi bertema "Ketika Ilmu Disampaikan Dengan Cinta" di halaman MTs Al Huda, Kedungkandang, Kota Malang.

Pengurus dan peserta dialog ilmiah MGMP Akidah Akhlak MTs se-Kota Malang berfoto bersama usai kegiatan refleksi bertema "Ketika Ilmu Disampaikan Dengan Cinta" di halaman MTs Al Huda, Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Proses pembelajaran sejatinya bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan sentuhan ketulusan hati yang mampu menumbuhkan rasa dihargai bagi setiap peserta didik. Semangat tersebut mengemuka dalam dialog ilmiah bertajuk “Ketika Ilmu Disampaikan Dengan Cinta” yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Akidah Akhlak MTs Kota Malang di MTs Al Huda, Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang.

Kegiatan bernuansa reflektif ini diikuti secara antusias oleh para guru mata pelajaran Akidah Akhlak MTs se-Kota Malang. Dipandu langsung oleh Ketua MGMP Akidah Akhlak MTs Kota Malang, Akhmad Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., forum ini mengajak para pendidik untuk merenungi kembali esensi pengajaran dan pendekatan mereka kepada para siswa di ruang kelas.

Dalam pemaparannya, Akhmad Fauzi mengajak seluruh peserta untuk melihat kembali sejauh mana cara mendidik selama ini telah menyentuh sisi kemanusiaan siswa. Ia menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan mengajar tidak hanya terletak pada ketuntasan materi kurikulum, melainkan pada perasaan murid yang merasa didengar, dihargai, dan dicintai oleh gurunya.

Baca juga: Perkokoh Kemanunggalan TNI, Babinsa Kedungkandang dan Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Iklan

Baca juga: Dukung Kesehatan Balita, Babinsa Kotalama dan Bhabinkamtibmas Dampingi Layanan Posyandu di Kedungkandang

“Sebagai pendidik, kita perlu bertanya pada diri sendiri, sudahkah ilmu yang kita berikan membuat anak-anak merasa dihargai, didengar, dan dicintai? Ada empat kunci utama yang harus selalu kita pegang teguh, yakni ikhlas, lemah lembut, sabar, dan senantiasa menjadi teladan yang baik,” tutur Akhmad Fauzi saat memotivasi para peserta.

Ia menambahkan bahwa keempat pilar tersebut menjadi fondasi utama agar pesan-pesan moral dalam pelajaran Akidah Akhlak dapat tertanam kuat dalam sanubari peserta didik. Tanpa ketulusan dan kelembutan, ilmu yang disampaikan berisiko hanya menjadi hafalan tanpa mengubah perilaku anak.

Melalui forum dialog ini, para guru bersepakat dan berkomitmen menjadikan empat kunci sukses tersebut sebagai bekal utama dalam menjalankan tugas keguruan. Dengan landasan cinta dan keteladanan nyata, para pendidik optimis sosok guru tidak hanya disegani, namun juga selalu dirindukan serta senantiasa melekat di hati para generasi penerus bangsa.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.