MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pembelajaran tentang keberagaman budaya tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa internasional, murid dapat memahami perbedaan budaya secara lebih kontekstual sekaligus belajar membangun komunikasi, sikap saling menghargai, dan keterbukaan terhadap dunia.
Semangat tersebut tampak dalam kegiatan International Youth Education and Social (I-YES) 2026 yang melibatkan MTs Almaarif 01 Singosari bersama sekolah/madrasah mitra, SD Islam Almaarif 02 Singosari dan MI Almaarif 02 Singosari, Kamis, 30 September 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kawedanan Puji Sari Kendedes Singosari dengan menghadirkan mahasiswa internasional dari Gambia dan Filipina.
Mengusung tema “Voices Across Culture: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda untuk mengenal keberagaman budaya melalui dialog secara langsung. Para murid tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam percakapan dan berbagai kegiatan selama acara.
Baca juga: MTs Almaarif 01 Singosari Lepas 296 Lulusan Terbaik: Dari Tahfidz hingga Prestasi Internasional
Interaksi diawali dengan saling memperkenalkan diri. Para mahasiswa internasional memperkenalkan identitas, bahasa, budaya, serta hobi mereka. Camara dari Gambia menceritakan bagaimana dia mulai menghafal Al Qur’an mulai tahun 2013. Farhana dari Fhilipina memperkenalkan bahasa tagalog dan cerita kesehariannya.

Murid SDI dan MI Almaarif 02 Singosari menyimak dengan seksama informasi yang mereka dapatkan, dan menyampaikan kembali hal-hal yang mereka peroleh dari dialog.
Proses tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para murid. Mereka dapat melihat bahwa perbedaan bahasa, kebiasaan, dan latar belakang budaya bukanlah penghalang untuk berkomunikasi. Sebaliknya, keberagaman menjadi kesempatan untuk saling mengenal, belajar, dan membangun persahabatan.
Suasana semakin semarak ketika para murid turut menunjukkan potensi dan kreativitas mereka. Siswa MI Almaarif 02 Singosari menampilkan pidato dalam bahasa Inggris, sedangkan siswa SD Islam Almaarif 02 Singosari menampilkan tarian daerah. Penampilan tersebut menjadi bentuk pertukaran budaya dari sisi murid sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal dapat diperkenalkan dalam ruang perjumpaan internasional.
Kegiatan juga diisi dengan pembagian berbagai doorprize kepada peserta. Antusiasme dan keceriaan murid terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bertanya, berbicara, mendengarkan cerita tentang kehidupan di negara lain, sekaligus memperkenalkan budaya yang mereka miliki.
Bagi MTs Almaarif 01 Singosari, keterlibatan dalam I-YES 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Pengalaman bertemu dan berdialog dengan mahasiswa dari negara lain memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, wawasan global, dan sikap menghargai keberagaman.
MTs Almaarif 01 Singosari memberikan kesempatan bersama sekolah/madrasah mitra untuk mempelajarinya.

Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini mempertemukan budaya lokal dengan wawasan internasional. Murid belajar bahwa menjadi bagian dari masyarakat global tidak berarti meninggalkan identitas budaya sendiri. Justru, mereka dapat mengenal budaya lain sambil memperkenalkan kekayaan budaya daerah dan bangsa Indonesia.
Melalui tema “Voices Across Culture: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future”, I-YES 2026 diharapkan mampu menciptakan ruang dialog lintas budaya, menumbuhkan sikap saling menghargai, memperkuat pemahaman terhadap keberagaman, serta menginspirasi generasi muda untuk turut membangun masa depan yang lebih terbuka, inklusif, dan berkelanjutan.
Pertemuan antara MTs Almaarif 01 Singosari, SD Islam Almaarif 02 Singosari, MI Almaarif 02 Singosari, dan mahasiswa internasional dari Gambia serta Filipina tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai budaya. Para murid belajar bahwa perbedaan bukan untuk dijauhkan, melainkan untuk dipahami, dihargai, dan dijadikan kekuatan untuk tumbuh bersama.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.