Langsung ke konten
Selasa, 29 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Berita

Wabup Mimik Sidak Rumah Pompa Sidokare, Kapasitas Ditambah Jadi 1.200 Liter per Detik

JATIMSATUNEWS.COM, SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempersiapkan infrastruktur pengendalian banjir dan genangan menjelang musim hujan. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas sejumlah rumah pompa yang tersebar di wilayah Sidoarjo.

Salah satu rumah pompa yang mendapat tambahan kapasitas adalah Rumah Pompa Sidokare I dan II. Kapasitas penyedotan yang sebelumnya hanya 200 liter per detik ditambah satu unit pompa baru berkapasitas 1.000 liter per detik. Dengan demikian, total kapasitas penyedotan nantinya mencapai 1.200 liter per detik.

Pembangunan tambahan kapasitas Rumah Pompa Sidokare tersebut masih berlangsung. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat langsung progres pekerjaan pada Senin pagi (28/9/2026).

Dalam sidak tersebut, Mimik menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo terus berupaya maksimal dalam mengantisipasi banjir dan genangan, salah satunya melalui pembangunan serta peningkatan kapasitas rumah pompa.

Namun, ia meminta pekerjaan Rumah Pompa Sidokare dipercepat karena musim hujan sudah semakin dekat. “Saya mohon bisa dipercepat dari target bulan Desember. Karena ini sudah mendekati musim hujan. Kasihan warga sini,” pintanya.

Mimik mengaku kecewa dengan progres pembangunan rumah pompa tersebut. Berdasarkan laporan, progres pekerjaan memang mengalami surplus 0,8 persen. Namun, sejak kontrak ditandatangani pada 28 Agustus 2026, pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor pelaksana baru berupa pemancangan mini pile untuk lantai rumah pompa.

Selain itu, konsultan pengawas menemukan adanya material yang tidak sesuai spesifikasi sehingga harus diganti. Kondisi tersebut turut menyebabkan pekerjaan pembangunan Rumah Pompa Sidokare berjalan lambat. Mimik meminta kontraktor pelaksana bekerja secara profesional dan amanah, terutama dalam menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD.

“Kalau ini masih belum selesai, ya sanksinya di-black list. Jangan sampai digunakan lagi,” tegasnya. Ia juga meminta agar setiap pekerjaan pembangunan benar-benar memperhatikan kekuatan dan fungsi bangunan. “Saya mohon Inspektorat lebih ketat lagi mengawasi setiap proyek di Kabupaten Sidoarjo. Ke depannya pembangunan ini harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Mimik meminta Inspektorat Sidoarjo memanggil seluruh pengawas dan pelaksana pekerjaan Rumah Pompa Sidokare yang memiliki nilai kontrak lebih dari Rp2 miliar tersebut. Ia memastikan akan terus memantau perkembangan pengerjaannya. “Nanti saya minta Inspektorat memanggil semua pengawas dan pemborong,” ucapnya.

Iklan

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo, Herwindo Widiyanto, menjelaskan bahwa Rumah Pompa Sidokare merupakan salah satu infrastruktur untuk membantu mengatasi genangan air di kawasan Kecamatan Sidoarjo.

Menurutnya, kapasitas penyedotan Rumah Pompa Sidokare ditingkatkan dengan menambahkan satu unit pompa berkapasitas 1.000 liter per detik. Sebelumnya, rumah pompa tersebut hanya memiliki satu unit pompa dengan kapasitas 200 liter per detik.

“Jadi, nanti dua pompa ini mampu mengurangi volume genangan air sampai 1.200 liter per detik,” jelas Herwindo saat mendampingi Wabup Mimik Idayana. Herwindo menambahkan, terdapat tiga rumah pompa yang kapasitasnya ditingkatkan, yakni Rumah Pompa Sidokare, Lippo, dan Banjarpoh.

Peningkatan kapasitas tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan genangan air di sejumlah wilayah.Saat ini, kurang lebih terdapat 38 titik rumah pompa yang disiagakan untuk mengatasi genangan air. Puluhan unit pompa tersebut dalam kondisi baik dan rutin mendapatkan perawatan.

“Kita rutin melakukan perawatan. Seminggu dua kali pompa kita panasi sekaligus dicek fungsinya,” ujarnya. Koordinator Wilayah Pengawasan Proyek Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Yusuf, mengatakan progres pembangunan Rumah Pompa Sidokare saat ini mencapai 1,6 persen, atau surplus 0,8 persen dibandingkan rencana progres sebesar 0,8 persen.

“Dalam satu bulan itu pemancangan untuk mini pile. Jadi, progres 1,6 persen itu ya progres dari mini pile itu,” ucapnya. Yusuf menjelaskan, proses pemancangan mini pile sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama.

Pekerjaan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, material lainnya belum seluruhnya tiba sehingga pekerjaan berikutnya belum dapat dilanjutkan. Di sisi lain, terdapat material yang harus dikembalikan karena tidak sesuai spesifikasi dan diganti dengan material yang sesuai.

“Material yang tidak sesuai ini harus diangkut keluar. Nah, saya sudah komplain. Langsung didatangkan lagi yang sudah sesuai ini. Jadi, material sudah siap. Pekerja tinggal buat merakit pembesiannya,” terang Yusuf.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.