Langsung ke konten
Selasa, 29 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Gelar Schoolicious Uprising Day, SMAN 1 Turen Buka Ruang Kolaborasi dan Asah Jiwa Kewirausahaan Siswa

Komitmen inilah yang terus ditegaskan oleh SMAN 1 Turen Kabupaten Malang dengan selalu membuka pintu kolaborasi bersama beragam mitra strategis guna

Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto (tengah), tampil kompak berduet bersama guru di atas panggung memeriahkan gelaran Good Day Schoolicious Uprising Day di halaman SMAN 1 Turen, Malang

Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto (tengah), tampil kompak berduet bersama guru di atas panggung memeriahkan gelaran Good Day Schoolicious Uprising Day di halaman SMAN 1 Turen, Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Memperkaya atmosfer belajar tak melulu harus terkungkung di dalam ruang kelas. Komitmen inilah yang terus ditegaskan oleh SMAN 1 Turen Kabupaten Malang dengan selalu membuka pintu kolaborasi bersama beragam mitra strategis guna mematangkan kompetensi, kreativitas, hingga pembentukan karakter siswa.

Sikap inklusif tersebut diutarakan langsung oleh Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, usai mendampingi kemeriahan gelaran bertajuk Good Day Schoolicious Uprising Day yang dihelat meriah di lapangan sekolah pada Kamis (24/9/2026) lalu.

Menurutnya, panggung kegiatan di luar kelas semacam ini bukan sekadar ajang hura-hura, melainkan medium esensial dalam menempa kecakapan sosial dan kemandirian peserta didik.

Baca juga: Perdana Gunakan E-Voting, Pilketos SMAN 1 Turen Berlangsung Efisien dan Dorong Literasi Digital Siswa

Baca juga: Tim Voli Putri SMAN 1 Turen Sabet Juara 4 Turnamen UNISMA se-Jatim

“SMAN 1 Turen terbuka dengan siapapun yang ingin berkolaborasi. Selama itu memang untuk kepentingan peningkatan kompetensi anak-anak, terutama di bidang keterampilan, keahlian vokasi, dan akademisnya, sekolah ini selalu terbuka lebar,” ujar Agus Harianto saat ditemui, Minggu (27/9/2026).

Kendati demikian, Agus menggarisbawahi bahwa kemitraan yang terjalin tetap berpegang teguh pada koridor edukasi serta menjunjung tinggi fondasi budi pekerti luhur.

Ia menekankan bahwa sehebat apa pun kecakapan vokasi dan capaian akademis seseorang, hal itu tidak akan bermakna tanpa diimbangi oleh adab yang terpuji. Baginya, kepintaran dan kemahiran keterampilan wajib berjalan beriringan dengan akhlak mulia.

Iklan

Menariknya, kemasan Schoolicious Uprising Day dirancang terintegrasi langsung dengan kurikulum pembelajaran tematik. Para siswa kelas XII ditantang memproduksi vlog edukatif seputar kegiatan, siswa kelas XI mengaplikasikannya dalam unjuk karya seni budaya dan prakarya, sementara siswa kelas X mengaitkannya dengan tugas penyusunan laporan observasi Bahasa Indonesia. Dengan skema tersebut, Agus memastikan tidak ada satu pun siswa yang pasif berpangku tangan tanpa menimba pengalaman belajar bermakna.

Antusiasme siswa pun tumpah ruah sepanjang perhelatan. Wakil Kepala SMAN 1 Turen Bidang Kesiswaan, Ilham Santoso, menyampaikan apresiasinya melihat hampir seluruh kelompok ekstrakurikuler tampil unjuk kebolehan di atas panggung maupun lapangan. Ia menuturkan bahwa ajang ini membuktikan betapa dinamisnya ruang ekspresi di sekolah, dengan catatan setiap aktivitas tetap mengakar kuat pada penanaman nilai religi serta pembinaan moralitas anak didik.

Puncak acara semakin pecah tatkala Kepala SMAN 1 Turen Agus Harianto bersama salah seorang guru, Bu Nila, turut menyumbangkan suara dengan berduet di panggung utama.

Momen hangat ini memperlihatkan cairnya hubungan serta kedekatan antara pendidik dan murid. Atmosfer kian memanas melalui kompetisi basket, futsal, dan turnamen Mobile Legends, di mana Tim SMANEREB berhasil mengamankan gelar juara pertama pada cabang e-sport, disusul Tim Six Seven yang tampil sebagai kampiun di lapangan futsal.

Di samping keterampilan teknis dan seni, Agus juga menaruh perhatian besar pada pembentukan jiwa kewirausahaan siswa melalui stan interaktif yang tersedia. Berangkat dari pengalamannya pribadi, ia ingin para pelajar terlatih membaca peluang pasar, berani berkomunikasi, dan cakap berjejaring sejak dini.

Gayung bersambut, salah seorang tenaga pendidik SMAN 1 Turen, Fahreza, turut mengamini manfaat kegiatan tersebut. Ia berharap momentum edukatif yang menyenangkan ini dapat terus berlanjut agar siswa selalu merasakan kebahagiaan sejati dalam menuntut ilmu di luar sekat-sekat kelas konvensional.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.