MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universiti Malaya, Malaysia, mempertemukan akademisi kedua negara dalam International Guest Lecture bertema “Reimagining Islamic Education in the Digital Era: Challenges, Innovation, and Future Competencies of Islamic Educators”, Kamis (24/9/2026).
Forum tersebut menghadirkan Prof. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Dr. Hamdan Chehdimae dari Universiti Malaya sebagai narasumber. Keduanya membahas tantangan transformasi digital, peluang inovasi pembelajaran, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan pendidik Islam menghadapi perubahan teknologi.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pengetahuan diperoleh, diproduksi, dan disebarluaskan. Kondisi tersebut turut menuntut pendidik untuk tidak hanya menguasai substansi pembelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi dan mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam konteks pendidikan Islam, diskusi juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan nilai. Teknologi dapat digunakan sebagai instrumen pembelajaran, tetapi penerapannya tetap membutuhkan landasan pedagogis, etika, dan nilai-nilai keislaman.
Pembahasan kemudian diarahkan pada future competencies of Islamic educators. Kompetensi pendidik Islam di masa depan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengajar, tetapi juga mencakup literasi digital, kreativitas, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pendidikan.
Forum yang dimoderatori Nur Fitria Anggrisia, M.Pd. tersebut juga menjadi ruang pertukaran perspektif antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Perbedaan pengalaman pendidikan di kedua negara memberikan bahan diskusi untuk melihat bagaimana pendidikan Islam dapat merespons perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan karakter dan nilai keislaman.
International Guest Lecture tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan akademik Universiti Malaya ke FTIK UIN Malang. Agenda ini memperluas bentuk interaksi kedua institusi dari kunjungan dan silaturahmi menuju pertukaran gagasan serta pengetahuan akademik.
Melalui forum tersebut, mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh perspektif lintas negara mengenai arah pendidikan Islam di tengah transformasi digital. Diskusi sekaligus membuka ruang bagi pengembangan jejaring akademik dan kolaborasi antara FTIK UIN Malang dan Universiti Malaya dalam isu pendidikan Islam dan inovasi pembelajaran.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.