Langsung ke konten
Sabtu, 26 September 2026
Headline Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Borong Medali Emas hingga Perunggu, Mahasiswa FBiPK UB Sabet Juara Umum NCC 4 di Bali

Dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional tersebut, kontingen FBiPK UB berhasil menyabet medali emas (Gold Medal), piala Juara 2, rentetan medali perak (Silver

Dua mahasiswa delegasi FBiPK Universitas Brawijaya tersenyum bangga memamerkan piala Juara Umum, selempang kejuaraan, medali, serta sertifikat penghargaan Nusantara Creative Competition (NCC) 4 di Universitas Udayana, Bali.

Dua mahasiswa delegasi FBiPK Universitas Brawijaya tersenyum bangga memamerkan piala Juara Umum, selempang kejuaraan, medali, serta sertifikat penghargaan Nusantara Creative Competition (NCC) 4 di Universitas Udayana, Bali. (Foto: Humas FBiPK UB)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan di kancah nasional kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB). Mahasiswa Fakultas Bioindustri, Pertanian, dan Kehutanan (FBiPK) UB sukses memborong sederet penghargaan bergengsi hingga dinobatkan sebagai Juara Umum dalam ajang Nusantara Creative Competition (NCC) 4 danNational Essay Competition (NESCO) 3 yang dihelat di Universitas Udayana, Bali, pada 19–20 September 2026 lalu.

Dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional tersebut, kontingen FBiPK UB berhasil menyabet medali emas (Gold Medal), piala Juara 2, rentetan medali perak (Silver Medal), medali perunggu (Bronze Medal), hingga predikat Favorite Poster.

Pencapaian gemilang ini didorong oleh lahirnya karya-karya solutif berbasis teknologi modern yang digagas mahasiswa untuk menjawab persoalan riil di tengah masyarakat.

Baca juga: Cetak Guru Berkualitas, Tadris Matematika FITK UIN Malang dan MGMP Matematika Trenggalek Gelar Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence

Baca juga: Personel Polres Lamongan Raih Dua Medali Kejurnas UNY Open Run and Jump Competition

Salah satu karya unggulan yang menyita perhatian dewan juri bertajuk “MINDCARE: Sistem Deteksi Dini Burnout Mahasiswa Berbasis Artificial Intelligence sebagai Upaya Preventif Krisis Kesehatan Mental di Perguruan Tinggi”.

Gagasan ini memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna mendeteksi gejala kelelahan mental mahasiswa sejak dini sebelum berkembang menjadi depresi berat.

Karya inovatif tersebut dirancang apik oleh tim yang digawangi oleh Angelica Saor Retno L.H bersama Nadia Ramadhani Putri Risdianto, Ni Nyoman Ratna Puspita Arsa Putri, Manggar Soroiyawa Laia, dan Desman Christino Providensia Hura, yang sukses mempersembahkan Medali Emas sekaligus Piala Juara 2 untuk kampus tercinta.

Iklan

Tak kalah membanggakan, tim kedua melahirkan terobosan bertajuk “AGRIMATCH: Inovasi Platform Digital Penghubung Pemilik Lahan dan Petani Muda dalam Mendukung Regenerasi Pertanian di Kota Malang”.

Platform digital ini hadir memecahkan kebuntuan regenerasi sektor agraris dengan mempertemukan pemilik lahan tidur dan pemuda yang memiliki minat bertani secara transparan.Rentetan medali lainnya turut disumbangkan oleh para delegasi berbakat FBiPK UB.

Pasangan tim Qeis Mukhtar, Revand Christ Zomen Simanjuntak, Manggar Soroiyawa Laia, Ardiana Sulthanah Ahmad, dan Novita Joy Tarigan sukses memboyong dua Medali Perak sekaligus. Prestasi berlanjut lewat perolehan Medali Perak dan Medali Perunggu yang dipersembahkan oleh kolaborasi Revand Christ Zomen Simanjuntak bersama Simson Siregar, Josua P Butarbutar, Reynaldy Butarbutar, dan Pison Tambunan.

Sementara itu, duet Angel Elisabeth Silitonga dan Ester Eveline sukses menyempurnakan kemenangan dengan menggondol dua Medali Perunggu serta predikat Favorite Poster.

Salah seorang perwakilan tim menyampaikan rasa syukur mendalam atas raihan trofi Juara Umum ini. Ia mengungkapkan bahwa seluruh kerja keras, riset mendalam, dan bimbingan dosen terbayar lunas saat nama delegasi FBiPK UB diumumkan di podium tertinggi ajang bergengsi tersebut.

Pihak fakultas pun berharap torehan prestasi emas yang selaras dengan misi pembangunan berkelanjutan (SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi) ini mampu melecut semangat mahasiswa lainnya di Malang agar kian berani beradu gagasan, berkarya kritis, serta melahirkan inovasi yang berdaya guna bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.