Langsung ke konten
Sabtu, 26 September 2026
Headline Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Bantu UMKM Ecoprint Malang Naik Kelas, Mahasiswa FTAB UB Ciptakan Mesin Pengukus Portable Efisien

Berangkat dari persoalan kapasitas dandang konvensional yang minim, Kelompok 24 Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) Fakultas Teknologi Agroindustri dan

Mahasiswa Kelompok 24 Program 3M FTAB Universitas Brawijaya berfoto bersama pemilik UMKM Chandini Collection, memamerkan hasil kain motif alami di samping mesin pengukus ecoprint portable di Kesatrian, Kota Malang.

Mahasiswa Kelompok 24 Program 3M FTAB Universitas Brawijaya berfoto bersama pemilik UMKM Chandini Collection, memamerkan hasil kain motif alami di samping mesin pengukus ecoprint portable di Kesatrian, Kota Malang.

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Kendala keterbatasan alat produksi yang kerap membayangi perajin kain ramah lingkungan berhasil dijawab oleh kreativitas mahasiswa. Berangkat dari persoalan kapasitas dandang konvensional yang minim, Kelompok 24 Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) berinisiatif merancang dan menghibahkan mesin pengukus kain ecoprint portable bagi UMKM Chandini Collection di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Inovasi teknologi tepat guna yang digagas oleh tim pimpinan Taufik Fajar Pramudya tersebut sengaja difokuskan untuk mengatasi permasalahan distribusi panas yang tidak merata dan waktu pengukusan yang lama, faktor yang selama ini kerap membuat motif dan ketajaman warna alami daun menjadi kurang konsisten.

Taufik menjelaskan bahwa rancang bangun mesin pengukus ini disesuaikan secara khusus dengan alur kerja perajin. Berdimensi 100 cm x 40 cm x 45 cm, alat ini mampu menampung gulungan kain dalam jumlah jauh lebih banyak dalam sekali proses.

Baca juga: Implementasi Probiotik di Tambak Segoro Tambak Dukung Produktivitas Perikanan serta Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14: Life Below Water

Baca juga: Visiting Professor Program to Support Smart and Sustainable Agroindustry of Agroindustrial Technology Departement

“Mesin ini sengaja kami lengkapi termometer pengukur suhu agar proses pemanasan terpantau presisi, roda kastor agar mudah dipindahkan di area produksi, saluran keran untuk menguras air sisa uap secara praktis, serta batang besi khusus penggulung kain ecoprint,” tutur Taufik menerangkan keunggulan alat ciptaan kelompoknya.
Penerapan mesin pengukus portable ini langsung dirasakan dampaknya secara signifikan oleh mitra.

Iklan

Waktu perebusan dan penguapan yang sebelumnya memakan durasi hingga tiga jam, kini berhasil dipangkas menjadi sekitar dua jam saja dengan kematangan warna daun yang jauh lebih merata ke seluruh serat kain.

Pemilik UMKM Chandini Collection, Sari Wulandari, menyambut gembira kehadiran inovasi dari mahasiswa kampus biru tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena kapasitas produksinya melonjak drastis sehingga mampu melayani permintaan pasar yang kian ramai.

“Mesin pengukus portable ini sangat membantu produksi kami karena waktu pengukusan jadi jauh lebih singkat dibanding alat dandang lama. Kami bisa memproses lebih banyak kain sekaligus, pesanan pelanggan pun dapat terpenuhi lebih cepat dan tepat waktu,” ujar Sari seraya mengapresiasi pendampingan intensif mahasiswa dalam melatih teknik pengoperasian hingga perawatan alat.

Selain menjadi sarana hilirisasi ilmu terapan di bangku kuliah, aksi nyata mahasiswa FTAB UB di Jalan Hamid Rusdi Gang Buntu ini sekaligus mendukung target global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam penciptaan lapangan kerja yang layak, pertumbuhan inovasi industri kecil, serta pola produksi lokal yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.