MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat jejaring akademik internasional melalui kunjungan delegasi Islamic Education Universiti Malaya, Malaysia, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan akademik kedua institusi untuk memperluas kolaborasi pendidikan Islam, riset, dan pertukaran gagasan dalam perspektif global.
Rangkaian international program tersebut dibuka di Aula Micro Teaching UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa dari kedua institusi.
Kunjungan akademik tersebut diarahkan pada penguatan hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang pengembangan kerja sama riset dan aktivitas akademik lintas negara. Pertemuan FTIK UIN Malang dengan Universiti Malaya juga menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik sivitas melalui interaksi langsung dengan lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Dalam sesi pembukaan, pimpinan kedua institusi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Kolaborasi antarlembaga diharapkan tidak berhenti pada agenda kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama akademik yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Suasana penyambutan turut diwarnai pertunjukan seni tradisional yang dibawakan mahasiswa serta penampilan musik dari FTIKARA Band. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata antarlembaga dan sesi foto bersama sebagai bagian dari prosesi penyambutan delegasi.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian tersebut adalah International Guest Lecture bertajuk “Reimagining Islamic Education in the Digital Era: Challenges, Innovation, and Future Competencies of Islamic Educators”.
Forum tersebut menghadirkan Prof. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. dari FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Dr. Hamdan Chehdimae dari Universiti Malaya sebagai pemateri.
Keduanya membahas perkembangan pendidikan Islam di tengah transformasi digital, termasuk tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan, kebutuhan inovasi pembelajaran, serta kompetensi yang perlu dimiliki pendidik Islam untuk menghadapi perubahan lingkungan pendidikan.
Forum guest lecture juga memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen dari kedua institusi untuk berdiskusi dan bertukar perspektif mengenai masa depan pendidikan Islam. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari proses internasionalisasi akademik karena mempertemukan pengalaman dan perspektif dari dua lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
Bagi FTIK UIN Malang, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur internasional sekaligus memperkuat posisi fakultas dalam jejaring pendidikan tinggi global. Interaksi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri juga membuka peluang pengembangan kerja sama dalam bidang riset, publikasi, pertukaran akademik, serta berbagai program kolaboratif lainnya.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi dan agenda akademik berikutnya. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan menjadi ruang perjumpaan akademik bagi sivitas FTIK UIN Malang dan Universiti Malaya.
Melalui international program tersebut, FTIK UIN Malang tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga menghadirkan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk berinteraksi dengan komunitas akademik internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan FTIK dalam memperkuat internasionalisasi dan membangun kapasitas sebagai fakultas yang semakin terkoneksi dengan ekosistem pendidikan tinggi global.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.