PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Pembelajaran bahasa Inggris di MTs Negeri 1 Pasuruan dikemas dengan cara berbeda. Kedatangan tim dari Kampung Inggris Pare, Kediri, dalam program Speaking Partner pada Kamis (17/9/2026), tidak hanya memberikan edukasi dan praktik berbahasa Inggris, tetapi juga menghadirkan permainan yang membuat siswa antusias.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara langsung melalui berbagai permainan. Menariknya, terdapat permainan cabut uang yang memberikan hadiah uang tunai kepada siswa yang berhasil mengikuti tantangan.
Waka Kesiswaan MTsN 1 Pasuruan, Rokhim, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Sebab, pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya dilakukan melalui materi di dalam kelas, tetapi juga dikemas dalam bentuk permainan yang interaktif.
Baca juga: Mahasiswa AM UM Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris Seru di SDN Sawojajar 02 Kelas Rendah
“Alhamdulillah, kegiatan Speaking Partner bersama Kampung Inggris dari Pare sudah berjalan dengan baik. Kami berterima kasih karena siswa-siswi kami dipercaya mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan bahasa Inggris ini,” ujar Rokhim.
Menurutnya, pada awal kegiatan sejumlah siswa sempat merasa khawatir tidak mampu mengikuti permainan maupun tantangan yang diberikan. Terlebih, kegiatan berlangsung tanpa persiapan khusus sehingga siswa harus merespons secara alami menggunakan bahasa Inggris.
“Awalnya anak-anak ada rasa ketakutan. Mereka khawatir tidak bisa dan takut kalau tidak bisa ada hukuman. Ternyata justru ada hadiah uang yang diberikan kepada mereka yang berhasil,” jelasnya.
Kondisi tersebut justru membuat siswa semakin bersemangat. Mereka terdorong untuk berani mencoba, menjawab pertanyaan, dan mengikuti permainan yang diberikan oleh tim Kampung Inggris.

Rokhim menyebut, permainan yang semula direncanakan berlangsung sekitar dua jam bahkan berjalan lebih lama karena antusiasme siswa. Kegiatan yang seharusnya dibatasi, akhirnya berlangsung hingga menjelang waktu Zuhur.
“Harusnya saya batasi dua jam, ternyata sampai mau Zuhur. Ada permainan cabut uang. Ada yang mendapatkan Rp50 ribu. Semua yang mendapatkan hadiah tentu semakin semangat,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas VIII dari dua kelas, serta siswa kelas IX K. Pelaksanaannya dilakukan setelah waktu istirahat dan makan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga tidak mengganggu keseluruhan proses pembelajaran.
Rokhim berharap kegiatan tersebut menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan antara MTsN 1 Pasuruan dengan Kampung Inggris Pare. Bahkan, pihak Kampung Inggris disebut berencana kembali menghadirkan program serupa pada semester kedua.
“Insyaallah katanya nanti semester dua ada program lagi. Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi teman-teman dan anak-anak untuk mengikuti kegiatan, sehingga mereka semakin berani dan semangat berbahasa Inggris,” ungkapnya.
Bahasa Inggris Dinilai Semakin Penting
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pasuruan, H. Yasir, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, metode pembelajaran yang variatif dapat membantu meningkatkan minat siswa dalam mempelajari bahasa Inggris.
Yasir menilai bahasa Inggris memiliki peran penting karena penggunaannya semakin luas dalam kehidupan sehari-hari maupun perkembangan pendidikan dan teknologi.
“Nanti kan membuat menambah semangat anak untuk belajar, khususnya bahasa Inggris. Bahasa Inggris sekarang sudah penting dan digunakan di mana-mana,” ujar Yasir.
Ia mengatakan, variasi metode pembelajaran menjadi salah satu cara untuk membuat siswa lebih tertarik. Permainan, aktivitas di luar kelas, hingga pemberian hadiah menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
“Dengan variasi-variasinya, walaupun dilakukan di luar dan sebagainya, itu membuat menarik anak. Apalagi didukung dengan hadiah seperti itu, mereka senang sekali,” tuturnya.
Namun, Yasir menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukan semata-mata mengejar hadiah. Lebih dari itu, siswa diharapkan memahami bahwa kemampuan berbahasa Inggris merupakan keterampilan yang penting untuk dikembangkan.
“Saya dukung. Tapi tidak hanya karena itu. Ini untuk menunjukkan bahwa bahasa itu penting. Jadi kami menyambut baik kedatangan dari Pare karena bisa menambah semangat anak-anak,” tegasnya.
Program Speaking Partner tersebut pun diharapkan menjadi pengalaman positif bagi siswa MTsN 1 Pasuruan. Dengan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, siswa tidak hanya mendapatkan tambahan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga dilatih untuk berani berbicara, percaya diri, dan tidak takut melakukan kesalahan ketika belajar.
Kerja sama dengan Kampung Inggris Pare diharapkan terus berlanjut sehingga pembelajaran bahasa Inggris di madrasah dapat semakin variatif dan mampu mendorong siswa untuk mempraktikkan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.