BENGKALIS | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Jawa Timur di kancah nasional. Tim Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronic Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyabet penghargaan bergengsi kategori Best Poster dalam ajang Kontes Kapal Indonesia (KKI) Nasional 2026 yang berlangsung di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau.
Raihan membanggakan tersebut dicapai lewat kategori Fuel Engine Remote Control.(FERC) setelah tim UMM menyingkirkan persaingan ketat dari 129 tim yang berasal dari 52 perguruan tinggi se-Indonesia. KKI 2026 sendiri mengangkat tema besar “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa.”
Manajer sekaligus pengemudi (driver) kapal Sengkaling EVO.7, Muhammad Naufal Prasetyo, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan dewan juri. Ia menilai keberhasilan ini lahir dari kemampuan tim dalam menyederhanakan gagasan teknis yang rumit menjadi sajian visual yang komunikatif dan menarik.
“Menurut saya, keunggulan poster kami ada pada visual kapal dan penyampaian informasi yang cukup lengkap, tetapi tetap mudah dipahami,” ungkap mahasiswa Teknik Mesin UMM angkatan 2023 tersebut saat dimintai keterangan.
Naufal menerangkan bahwa materi poster tersebut dirancang selama satu bulan penuh di bawah bimbingan intensif dosen Fakultas Teknik UMM, Ir. Andinusa Rahmandhika, S.T., M.Eng. Poster tersebut memuat rancang bangun kapal, alur metodologi, spesifikasi teknis, capaian hasil uji, hingga identitas tim secara runtut sesuai standar kompetisi.
Lebih lanjut, Naufal memaparkan bahwa karya mereka, Sengkaling EVO.7, merupakan prototipe kapal patroli Coast Guard yang difokuskan untuk menanggulangi aksi penangkapan ikan ilegal (illegal, unreported, and unregulated fishing / IUU Fishing). Dalam rancangannya, tim menyematkan perpaduan teknologi mutakhir seperti CODAG, C-UAS, hingga Thermoelectric Generator.
“Pesan utama yang kami sampaikan melalui poster adalah bagaimana konsep kapal Coast Guard ini dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk mendukung keamanan dan keselamatan maritim, sekaligus menunjukkan inovasi yang kami kembangkan dalam satu rancangan kapal,” papar Naufal menambahkan.
Menurutnya, integrasi teknologi tersebut bertujuan agar armada kapal tidak sekadar unggul dari sisi kecepatan, melainkan juga efisien dalam konsumsi bahan bakar dan tangguh secara operasional di perairan. Melalui poster itulah, seluruh aspek mekanis yang kompleks diterjemahkan secara lugas sehingga mudah dicerna oleh para penilai.
Naufal juga menceritakan bahwa perjalanan membangun Sengkaling EVO.7 memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh kru, mulai dari tahapan perancangan, proses fabrikasi fisik, instalasi komponen elektrik, hingga uji coba lintasan. Proses panjang itu tidak hanya mematangkan kompetensi keteknikan mereka, tetapi juga melatih kerja sama tim dan seni berkomunikasi di forum nasional.
Di akhir keterangannya, Naufal berharap prototipe kapal ini tidak berhenti sebagai pajangan kompetisi semata. Ia menegaskan tekad tim untuk terus menyempurnakan inovasi maritim tersebut agar kelak memberi dampak nyata bagi sektor teknologi perkapalan tanah air.
“Harapan saya, Sengkaling EVO.7 tidak berhenti hanya sebagai karya lomba, tetapi masih bisa dikembangkan menjadi inovasi yang lebih baik di bidang teknologi kapal,” pungkasnya penuh optimisme.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.