Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Nasional

Perkuat Kemitraan Akademik, FISIP UB dan PRW BRIN Siapkan PKS Kolaborasi Riset Kewilayahan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) dan Pusat Riset Kewilayahan Badan Riset dan Inovasi

Dosen FISIP UB Primadiana Yunita saat berdiskusi bersama jajaran peneliti Pusat Riset Kewilayahan BRIN di Jakarta.

Dosen FISIP UB Primadiana Yunita saat berdiskusi bersama jajaran peneliti Pusat Riset Kewilayahan BRIN di Jakarta.

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) dan Pusat Riset Kewilayahan Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRW BRIN) memperkuat kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan produksi pengetahuan melalui pertemuan di Jakarta, 15 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, FISIP UB diwakili oleh Primadiana Yunita, S.IP., M.A., dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya. Pertemuan diterima langsung oleh Kepala Pusat Riset Kewilayahan BRIN, Dr. Ahmad Helmy Fuady, S.E., MIDEC, bersama para peneliti PRW BRIN, yakni Betti Rosita Sari, Meilinda Sari Yayusman, Rakhman Priyatmoko, dan Ray Ferza.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi akademik dan penelitian yang telah terbangun sebelumnya antara akademisi FISIP UB dan para peneliti Pusat Riset Kewilayahan BRIN. Kerja sama tersebut berkembang melalui berbagai aktivitas akademik dan penelitian yang mempertemukan kepakaran dari kedua institusi.

Baca juga: Bakorwil III Malang Perkuat Sinergi Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan melalui Green Forestry dan Green Economy

Baca juga: Sukses Digelar Secara Hybrid, ICGE 2026 UM Satukan Akademisi dari Sembilan Negara Bahas Geografi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Iklan

Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut pada 2026 adalah joint research and publication antara Primadiana Yunita dan Meilinda Sari Yayusman melalui Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya. Kolaborasi ini mengintegrasikan kegiatan penelitian dengan pengembangan publikasi ilmiah bersama.
Kolaborasi yang telah berjalan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama pada masa mendatang. Tidak hanya terbatas pada kolaborasi antarindividu peneliti dan akademisi, kedua pihak melihat peluang untuk mengembangkan kegiatan bersama yang dapat melibatkan lebih banyak dosen, peneliti, dan mahasiswa.

Primadiana mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi yang telah terbangun sekaligus mengidentifikasi peluang kegiatan bersama yang dapat dikembangkan ke depan.

“Kolaborasi dengan para peneliti Pusat Riset Kewilayahan BRIN sebenarnya telah berjalan sebelumnya. Tahun ini, salah satunya kami lakukan melalui joint research and publication dalam Program Dosen Berkarya. Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkuat kolaborasi yang sudah ada sekaligus membuka lebih banyak peluang penelitian, publikasi, dan pengembangan kapasitas akademik ke depan,” ujar Primadiana.

Selain penelitian dan publikasi, kolaborasi juga diarahkan pada produksi dan diseminasi pengetahuan serta peningkatan kapasitas peneliti, dosen, dan mahasiswa. Ke depan, keterlibatan mahasiswa dapat dikembangkan melalui aktivitas penelitian dan diskusi akademik sehingga mereka memperoleh pengalaman lebih dekat dengan ekosistem riset.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menyepakati penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai payung kelembagaan bagi berbagai kolaborasi yang telah berjalan dan pengembangan program bersama ke depan.

Penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga riset ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kerja sama tersebut, FISIP UB dan PRW BRIN diharapkan dapat memperluas jejaring penelitian serta menghasilkan kajian dan publikasi yang relevan dengan dinamika sosial, politik, ekonomi, dan isu strategis kewilayahan di Indonesia.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.