MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Bahasa Arab tidak hanya dipelajari melalui teori di ruang kelas, tetapi juga dapat dihidupkan melalui seni, budaya, kompetisi, dan kreativitas mahasiswa. Semangat tersebut menjadi ruh Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (GAZA) XIV Tahun 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
GAZA XIV resmi dibuka di Aula Gedung Ir. Soekarno/Rektorat Lantai 5 UIN Malang, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang aktualisasi mahasiswa PBA untuk memperkenalkan dan mengembangkan bahasa serta budaya Arab melalui berbagai bentuk kreativitas dan prestasi.
Rangkaian pembukaan diawali dengan registrasi dan persiapan peserta, kemudian dilanjutkan penampilan Al-Banjari serta pemutaran official theme song GAZA XIV. Nuansa religius, akademik, budaya, dan kreativitas mahasiswa berpadu dalam rangkaian pembukaan tersebut.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Mars PBA. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari penguatan identitas kebangsaan, almamater, sekaligus semangat mahasiswa dalam mengembangkan Pendidikan Bahasa Arab.
Ketua Pelaksana GAZA XIV dan Ketua HMPS PBA turut menyampaikan sambutan. Penguatan juga disampaikan oleh Sekretaris Program Studi PBA, Dr. Risna Rianti Sari, M.Pd.I., yang mewakili Ketua Program Studi PBA. Sementara itu, Dekan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga memberikan sambutan sekaligus dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan mahasiswa tersebut.
Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi menegaskan dukungan terhadap ruang-ruang pengembangan potensi mahasiswa, khususnya melalui kegiatan yang memadukan aspek akademik, kebahasaan, seni, budaya, dan kreativitas.
Momentum pembukaan kemudian ditandai dengan prosesi Grand Opening GAZA XIV, doa, serta penayangan after movie Pra-GAZA XIV. Penampilan tari turut melengkapi rangkaian pembukaan dan memperlihatkan bahwa bahasa Arab dapat dikembangkan melalui beragam medium ekspresi yang kreatif.
Tidak berhenti pada seremoni, rangkaian GAZA XIV juga dilanjutkan dengan agenda pengembangan wawasan melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Peserta memperoleh kesempatan untuk menyimak, berdiskusi, serta memperluas perspektif mengenai bahasa dan khazanah Arab.
Melalui GAZA XIV, HMPS PBA FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya menghadirkan pembelajaran bahasa Arab dalam bentuk yang lebih dinamis. Bahasa Arab ditempatkan tidak sekadar sebagai bidang studi akademik, tetapi juga sebagai bagian dari seni, budaya, komunikasi, kompetisi, dan ruang aktualisasi mahasiswa.
GAZA XIV sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan mahasiswa terhadap bahasa Arab sekaligus mendorong keberanian untuk berkarya dan berprestasi. Dari ruang kelas menuju panggung kreativitas, khazanah bahasa dan budaya Arab dihidupkan melalui gagasan, ekspresi, dan karya mahasiswa.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.