Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Daerah

Rapat Pleno FPK Jatim, Ketua Ali Zaini Minta Pemprov Jatim Perluas Peran FPK Ribuan Potensi Seni Budaya dan UMKM Siap Bersinergi

Dorongan itu disampaikan Ketua FPK Jatim R. H.

Rapat pleno FPK

Rapat pleno FPK (Foto: Dok. Humas FPK Jatim)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur mendorong adanya peningkatan peran dan pelibatan organisasi tersebut dalam berbagai agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dorongan itu disampaikan Ketua FPK Jatim R. H. Mohammad Ali Zaini dalam Rapat Pleno Pengurus FPK Jatim yang digelar di Aula Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Selasa (22/9/2026).

Rapat pleno tersebut dipimpin langsung R. H. Mohammad Ali Zaini, didampingi Sekretaris FPK Jatim H. Muhammad Alyas, SH., MH., serta jajaran Dewan Penasehat dan para Wakil Ketua, di antaranya Ir. Muslim Hamzah dan Syuhada, SH.

Dalam forum tersebut, Ali Zaini menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian sekaligus ruang pelibatan yang lebih besar kepada FPK Jatim.

“Saya memohon perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Ibu Gubernur, untuk terus melibatkan FPK Provinsi Jawa Timur,” ujar Ali Zaini.

Menurutnya, keberadaan FPK tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga ideologi negara, kebhinekaan, kerukunan, serta kekompakan antarsuku dan antar-etnis di Jawa Timur.

Lebih dari itu, FPK memiliki potensi besar yang dapat mendukung berbagai program pemerintah, terutama di sektor seni budaya dan ekonomi kerakyatan.

“FPK itu tempat berkumpulnya suku-suku dari Sabang sampai Merauke. Potensi kami luar biasa. Untuk seni budaya saja jumlahnya ribuan. Belum lagi ekonomi kreatif, banyak UMKM, kuliner-kuliner dari berbagai suku yang dimiliki anggota FPK Jatim,” jelasnya.

Ali Zaini menilai keberagaman yang ada di tubuh FPK Jatim merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi potensi pembangunan daerah.

Keberagaman etnis, menurutnya, bukan sekadar simbol persatuan, tetapi juga dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi kreatif dan pelestarian kebudayaan di Jawa Timur.

Iklan

Karena itu, FPK Jatim siap bersinergi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim dalam kegiatan yang sesuai dengan kapasitas dan potensi anggotanya.

“Misalnya ada agenda Jatim Fair dari Dinas Pariwisata, kegiatan dari Dinas Koperasi dan UMKM, atau kegiatan wawasan kebangsaan seperti program Bela Negara yang pernah kita lakukan. FPK Jatim siap bersinergi karena kita memiliki semuanya,” tegasnya.

Dari Kebhinekaan Menjadi Kekuatan Ekonomi

Ali Zaini menegaskan, keberadaan berbagai komunitas etnis dalam FPK Jatim membuka peluang kolaborasi yang luas.

Beragam seni tradisional, kuliner khas, produk UMKM, hingga potensi ekonomi kreatif yang dimiliki anggota FPK dapat diperkenalkan melalui berbagai agenda pemerintah maupun kegiatan publik.

Menurutnya, pelibatan FPK dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pembauran kebangsaan.

Dengan demikian, semangat kebhinekaan tidak hanya diwujudkan melalui dialog dan kegiatan sosial, tetapi juga melalui kolaborasi nyata di bidang kebudayaan dan ekonomi.

Rapat Pleno FPK Jatim juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi. Para pengurus membahas berbagai langkah ke depan untuk meningkatkan kontribusi FPK dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan Jawa Timur.

FPK Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang rukun, inklusif, dan produktif.

Posisi tersebut diarahkan pada tiga kekuatan utama, yakni kebudayaan, ekonomi kerakyatan, dan ketahanan ideologi bangsa.

Rapat pleno berlangsung tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh jajaran pengurus FPK Provinsi Jawa Timur.

Melalui konsolidasi tersebut, FPK Jatim berharap ruang kolaborasi dengan Pemprov Jatim semakin terbuka, sehingga keberagaman suku dan etnis yang ada di Jawa Timur dapat terus dirawat sekaligus dikembangkan menjadi kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi bagi daerah.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.