Langsung ke konten
Selasa, 22 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Kabiro UIN Malang Ikuti Arahan Sekjen Kemenag, AI dan Kemandirian Kampus Jadi Fokus

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dua biro UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M dan Kerja Sama (AAKK) serta Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag mengikuti forum penguatan tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin, Senin (21/9/2026).

Dalam forum tersebut, jajaran biro PTKN mendapat arahan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), memperluas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta mengoptimalkan aset dan sumber daya perguruan tinggi menuju kemandirian kelembagaan.

Keterlibatan jajaran biro UIN Malang dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tata kelola institusi, khususnya dalam merespons perubahan teknologi, meningkatkan efektivitas perencanaan dan penganggaran, serta mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi.

Kamaruddin Amin menekankan bahwa penguasaan AI menjadi kebutuhan penting bagi SDM perguruan tinggi. Jajaran biro dan dosen didorong memahami sekaligus memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas tata kelola maupun proses akademik.

Selain transformasi digital, Kamaruddin menyoroti posisi strategis biro dalam pengembangan PTKN. Perencanaan yang berkualitas, menurutnya, perlu diarahkan agar setiap program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan output dan dampak yang optimal bagi institusi.

Dalam pengelolaan anggaran, PTKN juga didorong menggeser orientasi dari pembangunan sarana dan prasarana menuju investasi yang lebih kuat pada mutu pendidikan, riset, penelitian, serta peningkatan daya saing perguruan tinggi. Penggunaan anggaran, termasuk perjalanan dinas luar negeri, perlu mempertimbangkan urgensi, manfaat, dan dampaknya bagi pengembangan institusi.

Optimalisasi aset menjadi perhatian berikutnya. Aset perguruan tinggi diharapkan tidak hanya diposisikan sebagai sumber pendapatan, tetapi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa.

Potensi SDM dosen juga didorong untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan dunia industri, masyarakat, dan berbagai komunitas. Kepakaran dosen diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas sekaligus membuka peluang pengembangan sumber pendapatan perguruan tinggi.

Iklan

Penguatan alumni dan pengembangan dana abadi melalui konsep wakaf turut menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian pembiayaan PTKN. Pendekatan tersebut menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pengguna anggaran, tetapi juga sebagai institusi yang mampu mengembangkan berbagai sumber daya secara produktif dan berkelanjutan.

Bagi UIN Malang, arahan tersebut memiliki relevansi langsung dengan fungsi biro dalam memastikan kebijakan akademik, kemahasiswaan, kerja sama, administrasi umum, perencanaan, dan keuangan berjalan secara terintegrasi. Keterlibatan Kabiro AAKK dan AUPK menjadi bagian dari proses menyerap arah kebijakan nasional sekaligus memperkuat perspektif tata kelola di tingkat institusi.

Kamaruddin mengajak jajaran PTKN membangun komitmen bersama dalam pengembangan lembaga.

“Mari membangun komitmen kolektif dan menjadi entitas untuk pengembangan lembaga.”

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi jajaran biro PTKN untuk menerjemahkan arah kebijakan Kementerian Agama ke dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi. Bagi UIN Malang, keterlibatan Kabiro AAKK dan AUPK sekaligus memperkuat konektivitas antara kebijakan nasional dan agenda pengembangan kelembagaan di tingkat kampus.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.