Langsung ke konten
Selasa, 1 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Dosen UB Patenkan Teknologi Inovasi Pemuliaan Bawang Merah Berbasis Poliploidi

Tim dosen dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) sukses melahirkan inovasi

Potret sosok dosen FBiPK Universitas Brawijaya yang turut berperan di balik inovasi teknologi induksi poliploidi pada tanaman bawang merah, Dr. Darmawan Saptadi, S.P., M.P.

Potret sosok dosen FBiPK Universitas Brawijaya yang turut berperan di balik inovasi teknologi induksi poliploidi pada tanaman bawang merah, Dr. Darmawan Saptadi, S.P., M.P. (Foto: Humas UB)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim dosen dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) sukses melahirkan inovasi mutakhir di bidang pemuliaan tanaman bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) melalui metode induksi poliploidi menggunakan kolkisin. Karya riset ini secara resmi telah dianugerahi perlindungan Paten Sederhana Nomor IDS000013797 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Republik Indonesia, pada tahun 2026.

Paten yang secara spesifik bertajuk “Prosedur Induksi Poliploidi pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) Menggunakan Kolkisin” ini dipelopori oleh Dr. Darmawan Saptadi, S.P., M.P., bersama Dr. Budi Waluyo, S.P., M.P., dan M. Alif Kaisar Syahrir, S.P. Berdasarkan catatan sertifikat, hak paten tersebut sah diberikan pada 26 Mei 2026 setelah permohonannya resmi diterima pada 4 Juni 2025.

Inovasi ini memanfaatkan kolkisin sebagai agen induksi utama untuk mengubah jumlah set kromosom pada tanaman. Prosesnya merangkum serangkaian tahapan ketat, mulai dari persiapan umbi, perendaman selama 12 jam pada konsentrasi kolkisin 500, 750, 1.000, hingga 1.250 ppm, dan dilanjutkan pada fase penanaman. Prosedur ini diyakini mampu memicu perubahan tingkat ploidi guna memunculkan keragaman karakter yang krusial sebagai bahan seleksi varietas berkarakter agronomis unggul.

Baca juga: Inovasi Produk Bawang Merah: Universitas Negeri Malang Berdayakan Petani Probolinggo

Baca juga: Muktamar NU ke-35 Tambakberas: Kaukus Intelektual Tuntut Hak Suara Muktamirin Dikembalikan

Dr. Darmawan Saptadi menegaskan bahwa pengembangan metode ini adalah wujud nyata upaya memperluas pilihan teknologi pemuliaan pada komoditas strategis bawang merah. Ia menuturkan bahwa induksi poliploidi membuka gerbang bagi terciptanya keragaman genetik baru. “Pada bawang merah, keragaman tersebut menjadi sangat penting karena merupakan modal awal untuk memperoleh karakter tanaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan produksi maupun tantangan budidaya ke depan,” papar Darmawan. Menurutnya, perbaikan genetik merupakan strategi jangka panjang yang wajib diambil karena peningkatan produksi tidak bisa melulu bergantung pada penambahan input budidaya.

Pandangan senada turut disampaikan oleh Dr. Budi Waluyo. Ia memaparkan bahwa esensi dari inovasi ini tidak sekadar mengejar performa tanaman yang lebih baik, namun juga untuk meluaskan basis keragaman genetik yang bisa dimanfaatkan oleh para pemulia tanaman. Semakin kaya keragaman genetik yang dihasilkan, Budi menyebut peluang untuk mendapatkan individu unggul akan semakin terbuka lebar. “Pemuliaan tanaman pada dasarnya membutuhkan keragaman. Induksi poliploidi merupakan salah satu pendekatan yang dapat mendukung proses tersebut,” ungkapnya.

Meski sertifikat paten berdurasi 10 tahun kini telah dikantongi oleh Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi UB, Darmawan mengingatkan bahwa kerja ilmiah belum berhenti sampai di sini. Tahap krusial selanjutnya adalah melakukan seleksi dan karakterisasi guna memastikan kestabilan material genetik yang dihasilkan, agar inovasi ini benar-benar bisa diimplementasikan dari laboratorium menuju lahan pertanian yang luas demi menopang ketahanan pangan nasional.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.