Langsung ke konten
Kamis, 13 Agustus 2026
Headline Ketua Perbasi Sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Persiapkan Atlet Hadapi Popda 2026, Target Juara
Daerah

FITK UIN Malang Tegaskan PBAK 2026 Harus Humanis, Tanpa Kekerasan dan Bangun Kepercayaan Diri Mahasiswa

 

Foto: Dokumentasi bersama 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 harus berlangsung edukatif, humanis, aman, dan bebas dari kekerasan fisik maupun verbal.
Penegasan tersebut disampaikan Dekan FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., saat memberikan pengarahan dalam Pembekalan Panitia PBAK FITK 2026 di Aula Gedung Microteaching, Selasa (11/8/2026).
Menurut Prof. Walid, PBAK harus menjadi pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru ketika memasuki lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, seluruh panitia, pendamping, dosen, dan unsur mahasiswa yang terlibat diminta membangun suasana yang membuat mahasiswa baru merasa nyaman, diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari keluarga besar FITK.
“PBAK bukan ruang untuk menanamkan rasa takut,” menjadi salah satu pesan utama dalam pengarahan tersebut. Panitia dan pendamping justru diharapkan hadir sebagai mentor, sahabat, sekaligus teladan bagi mahasiswa baru dalam mengenal kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
Pembekalan panitia yang berlangsung sehari tersebut mempertemukan ketua panitia, koordinator, dosen pendamping, pendamping mahasiswa baru, panitia mahasiswa, serta seluruh tim PBAK FITK 2026. Pertemuan itu diarahkan untuk menyatukan persepsi sekaligus memastikan seluruh unsur pelaksana memahami pola pendampingan mahasiswa baru.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UIN, dan Mars FITK. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia PBAK Mahasiswa, Naufal Fatih Zahraan Arofah, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FITK, Muhammad Ali Wafa, serta Ketua Pelaksana PBAK Dosen, Ulfah Muhayani, M.PP., Ph.D.
Ulfah menekankan pentingnya menciptakan suasana PBAK yang membuat mahasiswa baru merasa aman dan mendapatkan pendampingan secara baik. Menurutnya, PBAK merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik, sistem pembelajaran, lingkungan fakultas, hingga kehidupan kemahasiswaan.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Walid menyampaikan bahwa FITK tahun ini menerima mahasiswa baru dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi peluang sekaligus tanggung jawab fakultas untuk memastikan seluruh mahasiswa memperoleh pengalaman awal yang baik.
Ia juga menekankan pentingnya membangun self-confidence mahasiswa sejak awal masa studi. Kepercayaan diri tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berkembang sekaligus mempersiapkan diri menjadi pendidik yang adaptif dan inovatif.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pengembangan FITK yang tidak hanya menekankan kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan teknologi dan dinamika kebutuhan peserta didik.
Dalam pembekalan tersebut, Prof. Walid juga mengingatkan seluruh sivitas akademika untuk menghidupkan tagline FITK, “We Serve Your Academic Journey.” Tagline tersebut, menurutnya, harus diwujudkan dalam budaya pelayanan, bukan sekadar menjadi slogan kelembagaan.
Artinya, mahasiswa baru perlu merasakan adanya dukungan dan pendampingan sejak pertama kali memasuki lingkungan fakultas hingga menjalani keseluruhan perjalanan akademiknya.
Selain penguatan budaya akademik dan kemahasiswaan, PBAK FITK 2026 juga akan membekali mahasiswa dengan isu-isu yang relevan dengan perkembangan pendidikan dan tantangan generasi muda. Di antaranya Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan, well-being, dan resilience.
Materi tersebut diarahkan untuk memperkenalkan mahasiswa pada pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sekaligus membangun kemampuan menjaga kesejahteraan diri dan menghadapi tekanan serta perubahan selama menjalani pendidikan tinggi.
Dengan demikian, PBAK tidak hanya menjadi agenda pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi ruang awal untuk membangun kesiapan mahasiswa menghadapi perjalanan akademik dan kehidupan profesionalnya kelak.
Aspek kolaborasi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan PBAK 2026. FITK menggandeng DEMA FITK dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara fakultas dan mahasiswa diharapkan dapat berlanjut melalui berbagai program yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinisiatif, mengembangkan potensi, dan berkontribusi dalam kehidupan akademik.
Pembekalan panitia kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Muhammad Faruq, M.Pd.I.
Melalui pembekalan tersebut, FITK UIN Malang menempatkan PBAK bukan semata sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru, melainkan sebagai titik awal pembentukan budaya akademik yang sehat.
Pesan yang dibangun cukup jelas: mahasiswa baru harus merasa diterima, aman, percaya diri, dan memiliki rasa memiliki terhadap almamater sejak hari pertama. Dari pengalaman awal yang positif itulah FITK berharap lahir generasi pendidik yang adaptif, tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan zaman.