Ning Lia, sebutan akrab putri tokoh NU, alm KH. Masykur Hasyim, melalui seluler, menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, hasil ini merupakan perwujudan doa keluarga saya dan juga keluarga suami saya, terkhusus orang tua. Doa tulus semua keluarga besar tentu menjadi kekuatan yang secara nyata menjawab proses ini. Dan semoga doa-doa tersebut kelak mengantarkan pada verfak kedua hingga proses pemilihan Februari 2024 mendatang,”
“Ayah saya tahu betul bahwa saya sebenarnya tidak memiliki concern tinggi dalam politik, terbukti saya lama bekerja di berbagai perusahaan swasta. Namun entah mengapa, saya tidak pernah lepas dari perjalanan politik. Dan beliau satu bulan sebelum wafat, menyampaikan pesan bahwa saya memiliki kekuatan jaringan pertemanan dan relawan yang tulus dan itu akan menjadi penopang proses saya,” jelasnya.
“Ibu saya yakin, bahwa proses saya selama ini, tak lepas dari perjuangan ayah saya semasa hidup, dan juga tak lepas dari begitu inspirasinya sosok perempuan hebat yang sampai saat ini menjadi teladan bagi saya, terutama dalam hal mempelajari bagaimana membentuk politik yang santun,” tambahnya
“Proses verifikasi yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu saat ini, harus diakui sangat obyektif, kooperatif, dan transparan. Semua bacalon bisa melihat progress dukungan sehingga menurut saya, sangat minim bahkan bisa jadi, tidak ada ruang kecurangan ataupun manipulasi,” ungkapnya.
“Terkait media online yang mengatakan saya tidak lolos, kebetulan saya kenal beliau. Dan bagi saya saat itu, justru menjadi kesempatan saya untuk berdoa dan mendekatkan diri pada Allah SWT bahwa segala bentuk framing negatif, insya Allah akan terbukti tidak benar. Jadi saya tidak sakit hati, justru bersyukur karena tindakan tersebut menjadikan kita tidak tinggi hati dalam proses perjuangan yang belum berakhir ini,” tukasnya menutup wawancara dengan JatimSatuNews.


Komentar Pembaca
Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.