CV Wahyu Putra Salurkan Kontribusi Melalui Organisasi FPM Bagi Masyarakat Mojoparon
Forum Peduli Mojoparon oleh CV WAHYU PUTRA JAYA Pasuruan, JATIMSATUNEWS.COM — CV. Wahyu Putra melalui Organisasi Forum Peduli Mojoparon (FPM) memberikan…
Forum Peduli Mojoparon oleh CV WAHYU PUTRA JAYA Pasuruan, JATIMSATUNEWS.COM — CV. Wahyu Putra melalui Organisasi Forum Peduli Mojoparon (FPM) memberikan…
Mahasiswa KKN SDGs Bela Negara Kelompok 03 UPN “Veteran” Jawa Timur Ajak Warga Rangkah Wujudkan Pertanian Modern Melalui Program Revitalisasi…
Kuliner di Joglo Pujas_CHAZA KULINER Jl. GuramiTunjung Sekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Hanya 10 Ribu Makan Kenyang + Minum Gratis Karaoke-an MALANG…
Pertamina Patra Niaga Ajak Warga Malang Rasakan Keseruan MyPertamina WikenFES MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 15 November 2025 – MyPertamina WikenFES kini hadir…
Pasuruan | JatimSatuNews.com Ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai madrasah di Kabupaten dan Kota Pasuruan mengikuti kegiatan Pelatihan…
JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya membongkar praktik perdagangan pakaian bekas impor ilegal (balpres) di kawasan Duren Sawit, Jakarta…
Sumber : joSS.co.id Oleh: Khilmi Arif* Koperasi tumbuh dari semangat kebersamaan dan gotong royong. Dalam lanskap pedesaan, koperasi menjadi wahana penting memperkuat ekonomi warga, menumbuhkan kemandirian, serta memangkas ketergantungan pada pihak luar. Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa banyakkoperasi desa mengalami kemandegan bahkan mati suri. Di tengah laju perubahan zaman dan arus digitalisasi yang begituderas, koperasi desa dituntut beradaptasi agar tetap relevan dankompetitif. Tulisan ini berupaya mengurai berbagai hambatan yang dihadapi koperasi desa serta menawarkan strategi konkret untukmengembangkan koperasi di era digital menuju kebangkitanekonomi rakyat yang mandiri dan berkeadilan. Menurut pengamatan, setidaknya ada lima hambatan yang dihadapi dalam mendirikan dan mengembangkan koperasi desa. Hambatan pertama adalah pemahaman dan kesadaranmasyarakat yang masih minim. Masih banyak warga yang memandang koperasi sebatas lembaga simpan pinjam atautempat mencari bantuan modal. Padahal, koperasi sejatinyaadalah wadah usaha bersama yang berlandaskan asaskekeluargaan dan partisipasi aktif anggotanya. Minimnyapemahaman ini menyebabkan koperasi sering tidak berjalansesuai prinsip “dari anggota, oleh anggota, untuk anggota.” Ketika koperasi tidak dimaknai sebagai lembaga ekonomibersama, maka semangat partisipatif yang menjadi jantunggerakan koperasi sulit tumbuh. Anggota menjadi pasif, hanyamenanti keuntungan tanpa terlibat dalam perencanaan danpengawasan. Hambatan kedua adalah keterbatasan modal dan sumberdaya manusia. Sebagian besar masyarakat desa memilikikemampuan ekonomi terbatas, sehingga penghimpunan modal awal untuk koperasi sering menjadi kendala. Keterbatasanmodal ini juga berimbas pada kemampuan koperasi untukmemperluas usaha atau mengembangkan unit produktif baru. Selain itu, sumber daya manusia yang mengelola koperasiumumnya belum memiliki kompetensi manajerial, akuntansi, maupun pemasaran yang memadai. Tidak jarang koperasidijalankan oleh pengurus yang belum memahami prinsip tatakelola yang baik. Hal ini menyebabkan banyak koperasi tidakmampu menyusun laporan keuangan secara transparan, sehinggakepercayaan anggota pun merosot. Hambatan ketiga adalah lemahnya tata kelola danpartisipasi anggota. Salah satu persoalan klasik koperasi desaadalah rapuhnya sistem tata kelola. Laporan keuangan seringtidak disampaikan secara terbuka, rapat anggota tahunan tidakdilaksanakan secara rutin, dan keputusan sering diambil sepihakoleh pengurus. Ketika transparansi lenyap, kepercayaan anggotapun terkikis. Di sisi lain, partisipasi anggota cenderungmenyusut setelah koperasi berjalan beberapa waktu. Banyakanggota yang hanya aktif saat awal pembentukan atau ketika adapembagian SHU (Sisa Hasil Usaha). Padahal keberlanjutankoperasi sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruhanggota dalam setiap kegiatan ekonomi maupun pengambilankeputusan. Hambatan keempat adalah persaingan dengan lembagakeuangan dan usaha modern. Kehadiran lembaga keuangan lain seperti BUMDes, bank mikro, hingga aplikasi fintech memberitekanan tersendiri bagi koperasi desa. Layanan keuangan digital…
Sumber : Sinar Harapan Oleh: Khilmi Arif* Koperasi adalah salah satu warisan sosial ekonomi terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.…
JAKARTA – Polri memperkuat upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Cipendeuy, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan menurunkan…
CV Wahyu Putra Salurkan Kontribusi Melalui Organisasi FPM Bagi Masyarakat Mojoparon PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: CV. Wahyu Putra melalui Organisasi Forum Peduli…