MALAYSIA | JATIMSATUNEWS.COM: Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung kian agresif memantapkan posisinya di kancah internasional. Langkah nyata tersebut diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis yang melibatkan 20 perguruan tinggi asal Indonesia bersama lima perguruan tinggi ternama di Malaysia.
Rangkaian agenda strategis lintas negara ini berlangsung secara intensif selama lima hari, terhitung sejak 30 September hingga 3 Oktober 2026. Delegasi bertandang ke berbagai institusi pendidikan tinggi mitra yang tersebar di wilayah Negeri Sembilan, Johor, Kuala Lumpur, hingga Melaka.
Kerja sama multilateral ini difokuskan pada penguatan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pertukaran pengajaran dan pendidikan, kolaborasi riset dan publikasi ilmiah terindeks, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berskala internasional.
Sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Negeri Jiran yang resmi menjadi mitra strategis dalam kesepakatan ini antara lain Institute of Leadership and Development (ILD) UiTM di Negeri Sembilan, MILA University, Kolej Universiti Yayasan Pelajaran Johor (KUYPJ) di Johor, serta Universiti Geomatika Malaysia (UGM) di Melaka.
Komitmen kelembagaan tersebut ditunjukkan dengan hadirnya jajaran pimpinan institusi secara langsung di lokasi acara. Delegasi IAI Darul Fattah Lampung dipimpin langsung oleh Rektor Dr. Ahmad Hadi Setiawan, didampingi Ketua Yayasan Darul Fattah KH. Aryasin, jajaran Wakil Rektor I, II, dan III, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Bagian Administrasi Umum (BAU), serta perwakilan mahasiswa.
Rektor IAI Darul Fattah, Dr. Ahmad Hadi Setiawan, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kesepakatan besar ini. Ia menegaskan bahwa kemitraan internasional tersebut bukan sekadar seremoni formalitas di atas kertas, melainkan wujud nyata komitmen kampus dalam memperluas cakrawala intelektual serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat regional ASEAN.
Senada dengan hal itu, perwakilan perguruan tinggi Malaysia dalam sambutannya turut menyambut hangat sinergi ini seraya menyatakan bahwa penyatuan potensi antara 20 kampus Indonesia dan institusi di Malaysia akan melahirkan ekosistem riset terapan yang jauh lebih berdampak bagi kemaslahatan masyarakat serumpun.
Agenda penandatanganan MoU ini menjadi tonggak akselerasi penting bagi IAI Darul Fattah dalam mempercepat capaian internasionalisasi kampus, sekaligus mempererat hubungan keilmuan dan diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia secara berkesinambungan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.