Langsung ke konten
Kamis, 1 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Forum Academic Writing PGMI UIN Malang Bedah Paradigma dan Desain Riset Kualitatif

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Memilih desain penelitian tidak cukup hanya berdasarkan topik yang diteliti. Rumusan masalah dan tujuan penelitian justru menjadi pijakan utama dalam menentukan pendekatan riset.

Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan utama dalam Forum Online Academic Writing Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengangkat tema “Metodologi Penelitian Kualitatif”, Selasa (29/9/2026).

Forum yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti mahasiswa PGMI, khususnya mereka yang sedang menempuh mata kuliah metodologi penelitian maupun mempersiapkan tugas akhir.

Pemateri pertama, Rois Imron Rosi, M.Pd., mengajak mahasiswa memahami penelitian kualitatif tidak sekadar sebagai teknik pengumpulan data, tetapi sebagai pendekatan untuk memahami fenomena sosial secara kontekstual.

Menurutnya, tindakan manusia bersifat dinamis dan sarat makna. Karena itu, penelitian kualitatif menempatkan peneliti sebagai instrumen utama untuk menggali pengalaman dan makna dari informan.

Ia juga membahas tahapan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman, mulai dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan.

Iklan

Pembahasan kemudian dilanjutkan Dr. Sigit Priatmoko, M.Pd., yang secara khusus membedah pilihan desain dalam penelitian kualitatif.

Ia menjelaskan sejumlah desain yang dapat digunakan peneliti, antara lain fenomenologi, etnografi, studi kasus, grounded theory, narrative inquiry, participatory action research (PAR), hingga netnografi.

Sigit menekankan bahwa pemilihan desain harus berangkat dari rumusan masalah dan tujuan penelitian, bukan semata-mata karena topik atau teknik pengumpulan data yang digunakan.

Ia juga meluruskan sejumlah miskonsepsi yang kerap muncul di kalangan mahasiswa. Wawancara, misalnya, tidak otomatis menjadikan sebuah penelitian sebagai fenomenologi. Demikian pula penelitian yang dilakukan di satu sekolah tidak serta-merta dapat disebut studi kasus.

Melalui forum tersebut, mahasiswa diajak menyusun alur berpikir penelitian secara lebih sistematis, mulai dari menentukan persoalan, merumuskan pertanyaan penelitian, hingga memilih desain yang sesuai.

Pembekalan ini diharapkan membantu mahasiswa PGMI menghasilkan penelitian yang lebih metodologis dan relevan, sekaligus meningkatkan kualitas karya ilmiah dan tugas akhir yang mereka susun.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.