MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalani hafalan Al-Qur’an sebagai salah satu standar persyaratan pelaksanaan Ujian Skripsi. Program tersebut kembali dilaksanakan di lingkungan FTIK pada Jumat (25/9/2026) bersama Ustadz Muhammad Muhsin Arumawan, M.Pd.I.
Program hafalan Al-Qur’an tersebut dikembangkan melalui Laboratorium Al-Qur’an dan Sains FTIK UIN Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan akademik mahasiswa sebelum memasuki tahap akhir penyelesaian studi.
Bagi mahasiswa FTIK, tahapan menuju kelulusan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian penelitian dan ujian karya ilmiah. Hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk penguatan aspek keagamaan yang berjalan berdampingan dengan proses akademik mahasiswa.
Pelaksanaan program tersebut sekaligus mencerminkan karakter pendidikan FTIK yang mengintegrasikan penguasaan keilmuan dengan nilai-nilai Qur’ani. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual sebagai calon pendidik.
Dalam konteks pendidikan keguruan, penguatan nilai Al-Qur’an memiliki relevansi dengan peran mahasiswa setelah menyelesaikan studi. Sebagai calon pendidik, lulusan FTIK nantinya tidak hanya dituntut menguasai materi dan keterampilan pembelajaran, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan keteladanan dalam lingkungan pendidikan.
Melalui Laboratorium Al-Qur’an dan Sains, hafalan Al-Qur’an ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman akademik mahasiswa menjelang penyelesaian studi. Program tersebut memperlihatkan bahwa proses menuju gelar sarjana di FTIK tidak hanya diarahkan pada pencapaian kompetensi ilmiah, tetapi juga penguatan karakter dan nilai keagamaan.
Dengan demikian, Ujian Skripsi menjadi salah satu tahapan akademik yang didahului dengan pemenuhan standar keilmuan sekaligus keagamaan. Program hafalan Al-Qur’an diharapkan turut memperkuat karakter lulusan FTIK UIN Malang sebagai calon pendidik yang memiliki kompetensi akademik dan pijakan nilai Qur’ani.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.