
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: SMA Diponegoro Tumpang, Kabupaten Malang, terus berupaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026, sekolah tersebut menggelar pelatihan dan pembimbingan menulis esai bagi guru dan siswa melalui program GUSI GELI (Guru Siswa Gemar Literasi), Kamis (22/10/2026).
Kegiatan mengusung tema “Asyiknya Menulis Esai: Menulis dengan Hati, Menuju Masa Depan yang Lebih Baik” . Menghadirkan Anis Hidayatie, S.Ag., Pimpinan Perusahaan PT Jatim Satu News Media, sebagai narasumber.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah SMA Diponegoro Tumpang untuk menumbuhkan semangat menulis sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis, menyusun gagasan secara runtut, dan mengomunikasikan ide melalui tulisan.
Kepala SMA Diponegoro Tumpang, Wiwin Siswatini, menjelaskan bahwa program GUSI GELI merupakan upaya sekolah untuk membiasakan guru dan siswa dekat dengan aktivitas literasi, khususnya menulis.
“Konsep kegiatan hari ini merupakan bagian dari program GUSI GELI, yaitu Guru Siswa Gemar Literasi. Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026, kami mengadakan pelatihan dan pembimbingan menulis esai untuk guru maupun siswa,” ungkap Wiwin.
Menurutnya, keterampilan menulis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan merangkai kata, tetapi juga melatih seseorang untuk berpikir kritis, mengembangkan ide, serta menyampaikan pemikiran secara sistematis dan mudah dipahami.
Bagi para guru, pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) sekaligus mengasah keterampilan menyusun tulisan yang baik, terstruktur, dan komunikatif.
Wiwin menilai, menulis memiliki banyak manfaat bagi pengembangan diri. Selain menjadi sarana mengekspresikan gagasan dan perasaan, kegiatan menulis juga dapat menjadi media refleksi diri, menambah pengetahuan, serta membantu seseorang memahami berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
“Menulis itu memiliki banyak manfaat. Bisa menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan, menambah pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan berpikir. Intinya, kami ingin meningkatkan literasi guru dan siswa agar semakin baik,” jelasnya.
Menulis Esai untuk Mendukung Keberhasilan Pembelajaran
Wiwin menambahkan, penguatan literasi merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar dan pembelajaran di sekolah. Melalui kegiatan menulis esai, guru dan siswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan berdasarkan pengamatan, pengalaman, pengetahuan, serta pemikiran yang kritis.
Bagi siswa, kemampuan menulis esai dapat membantu mereka menyampaikan pendapat dengan argumentasi yang jelas, menyusun informasi secara logis, dan membangun kepercayaan diri dalam mengemukakan ide.
Sementara bagi guru, keterampilan menulis dapat mendukung pengembangan profesionalisme, memperkaya metode pembelajaran, serta membuka ruang untuk mendokumentasikan pengalaman dan gagasan pendidikan.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah, baik bagi guru maupun siswa. Dengan kemampuan menulis yang semakin baik, hal itu juga akan menunjang keberhasilan belajar dan pembelajaran di SMA Diponegoro Tumpang,” imbuh Wiwin.
Pemilihan momentum Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif melalui literasi. Semangat belajar, ketekunan, kreativitas, dan keberanian menyampaikan gagasan diharapkan tumbuh melalui kegiatan tersebut.
Menumbuhkan Budaya Literasi dari Lingkungan Sekolah
Kehadiran Anis Hidayatie sebagai narasumber diharapkan memberikan wawasan sekaligus pendampingan praktis kepada peserta dalam memahami proses menulis esai, mulai dari menemukan ide, mengembangkan gagasan, menyusun argumentasi, hingga menghasilkan tulisan yang runtut dan menarik.
Dalam pelaksanaan setelah menjelaskan teori, Anis langsung mengajak peserta menulis.
“Silahkan menulis pengalaman yang paling mengusik, berkesan. Boleh dengan siswa, sesama guru, kawan, kerabat, atau keluarga. Tulis di satu lembar kertas, nanti yang termenarik akan dapat hadiah. Semua tulisan akan dibukukan,” ujar Anis.
Melalui program GUSI GELI, SMA Diponegoro Tumpang ingin menjadikan literasi bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan kebiasaan yang tumbuh dalam keseharian warga sekolah.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa kemampuan literasi tidak hanya diukur dari kebiasaan membaca, tetapi juga dari kemampuan mengolah informasi, berpikir kritis, dan menuangkan pemikiran menjadi karya tulis yang bermanfaat.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, SMA Diponegoro Tumpang berharap pelatihan menulis esai ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang berpengetahuan, kreatif, kritis, dan mampu menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Melalui tulisan, guru dan siswa diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan isi pikiran, tetapi juga menginspirasi, berbagi pengetahuan, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.