NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Ngawi menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) XII pada Minggu (18/10/2026), di Kampus IAI Ngawi.
Kegiatan ini mengusung tema “Reformulasi Gerakan, Akselerasi Kaderisasi” sebagai upaya memperkuat gerakan organisasi dan meningkatkan kualitas kaderisasi.
RTK XII menjadi forum strategis untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, membahas dinamika organisasi, serta merumuskan arah kebijakan dan kepemimpinan komisariat untuk masa khidmat berikutnya.
Sorotan
RTK XII PMII IAI Ngawi 2026
Ruang Demokrasi Bagi Kader

Forum ini juga menjadi ruang demokrasi bagi kader untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan rekomendasi demi keberlanjutan organisasi.
Ketua Komisariat PMII IAI Ngawi masa khidmat 2025–2026, Imam Ali Mushthofa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RTK bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum refleksi dan evaluasi untuk membangun organisasi yang lebih baik.
“Harapan saya, kepengurusan selanjutnya mampu menjaga solidaritas, memperkuat kaderisasi, dan membawa PMII IAI Ngawi menjadi organisasi yang lebih progresif. Jabatan boleh berganti, tetapi pengabdian dan tanggung jawab sebagai kader harus terus berjalan,” ungkapnya.
Ia juga berharap hasil forum dapat menjadi landasan bagi kepengurusan berikutnya untuk menyusun program kerja yang terarah, memperkuat tradisi intelektual, serta menghadirkan gerakan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.
Melalui RTK XII, PMII Komisariat IAI Ngawi diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan memperkuat komitmen kader dalam melanjutkan perjuangan organisasi.
Semangat “Reformulasi Gerakan, Akselerasi Kaderisasi” diharapkan tidak berhenti sebagai tema, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata dan kaderisasi yang berkelanjutan.
Dengan berlandaskan nilai Taqwa, Intelektual, Profesional, RTK XII menjadi momentum untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat peran PMII sebagai organisasi kader dan gerakan mahasiswa.(QONY)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.