Gus Mus Diapit Prof. Abdul Mu'ti dan Menteri Pemberdayaan, Arifah |
Prof. Abdul Mu’ti, yang didampingi Wakil Menteri Dikdasmen Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Si., tiba lebih awal di kediaman Gus Mus. Sekitar setengah jam kemudian, Menteri Arifah Choiri Fauzi datang bersama keluarga besarnya, menambah hangat suasana silaturahmi yang memang menjadi tradisi luhur bangsa Indonesia setiap Hari Raya.
Pertemuan yang berlangsung penuh canda tawa ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH. Ulil Abshor Abdala dan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. Kehadiran para tokoh ini semakin mempererat jalinan silaturahmi antar elemen bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Abdul Mu’ti, tokoh yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam, banyak bernostalgia dengan Gus Mus mengenai kebersamaan dan saling bantu antar kiai NU dan Muhammadiyah di masa lalu. Mereka mengenang eratnya hubungan kedua organisasi besar Islam ini, yang meski memiliki perbedaan pandangan, tetap solid dalam membangun bangsa.
Momen menarik terjadi ketika Prof. Abdul Mu’ti meminta nasihat dan saran kepada Gus Mus. Dengan nada berseloroh khasnya, Gus Mus menanggapi, "Harusnya menteri yang menasihati kami-kami rakyat jelata ini." Menanggapi gurauan tersebut, Abdul Mu’ti menjawab dengan rendah hati, "Nasihat kyai kami butuhkan karena sejak jadi menteri kami jarang baca kitab kuning dan lebih banyak baca anggaran." Sontak, jawaban ini disambut gelak tawa seluruh hadirin.
Tak hanya Prof. Abdul Mu’ti, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi pun turut memohon doa restu agar dapat mengemban amanah sebagai menteri. Sebelum memanjatkan doa, Gus Mus kembali memberikan pesan dengan bijak, "Ya harus amanah. Rakyat jelata harus percaya siapa lagi kalau njenengan berdua tidak amanah."
Silaturahmi antara dua menteri dan tokoh-tokoh NU ini menjadi simbol penting persatuan dan kebersamaan, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Fitri. Semangat guyub, saling menghormati, dan pesan-pesan bijak yang disampaikan diharapkan dapat terus memperkuat kerukunan antar umat beragama dan elemen bangsa lainnya.