PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Masih dalam kehangatan indah suasana Lebaran, Pondok Pesantren Al Yasini Pasuruan meluncurkan produk fashion hijab, identitas kebanggaan muslimah dalam berbusana syar'i agar terlihat makin elegan.
Acara peluncuran ini didukung langsung oleh pengasuh pesantren Professor Ilfi Nur Diana Wakil Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang akrab disapa Ning Ilfi.
"Hijab bukan sekadar penutup aurat, tetapi juga memiliki nilai seni yang indah. Bukankan innalloha jamil yuhibbul jamal? Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan?" ujar Ning Ilfi dalam wawancara pada Kamis, 3 April 2024.
Ia menekankan pentingnya santriwati untuk tetap tampil rapi dan tidak terlihat kumal dalam berpenampilan. Menurutnya, dengan tampil menarik dan bersih, para santriwati dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dalam berhijab.
Model oleh santriwati
"Jika kita bisa mengajak lebih banyak perempuan untuk berhijab dengan gaya yang baik, maka kita pun akan mendapatkan pahala. Santri harus menjadi trendsetter dalam berpakaian," tambahnya.
Ning Elma, pemilik brand Elmalabis dari Al Yasini, turut menyuarakan hal yang sama. Ia menegaskan bahwa hijab yang cantik dan modis dapat menarik perhatian banyak muslimah untuk menutup aurat dengan penuh percaya diri.
Brand Elmalabis dari Al Yasini
Selain itu, Professor Ilfi juga menyatakan pentingnya pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren.
Menurutnya, pesantren harus memotivasi para nawaning ( sebutan untuk para Ning, putri pengasuh pesantren) dan gawagis (Sebutan untuk para Gus, putra pengasuh pesantren ) untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship. Hal ini bertujuan agar para santri memiliki role model dalam kemandirian ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.
"Santri tidak boleh hanya bercita-cita menjadi PNS atau pekerja di pabrik dan perusahaan. Mereka harus berani menjadi entrepreneur dengan memanfaatkan digital marketing yang sedang berkembang pesat. Karena kuota PNS sangat terbatas dan lapangan pekerjaan di perusahaan juga semakin berkurang," jelasnya.
Dalam wawancara tersebut, Ning Ilfi juga mengutip sebuah hadis Nabi yang menjadi pedoman bagi para santri dalam mencari nafkah.
"Pekerjaan apa yang afdol? Yaitu Amalu arrojuli biyadihi wabaiun mabrurun, yaitu hasil karya tangannya sendiri dan jual beli atau bisnis yang mabrur," ujar Ning Ilfi.
Menurut Ning Ilfi dengan semangat kewirausahaan yang tinggi dan inovasi dalam dunia fashion muslimah, diharapkan para santri bisa menjadi pelopor dalam membangun kemandirian ekonomi serta menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menjalani hidup yang lebih baik. Ans