Banner Iklan

Red Sparks Jatuh Bangun dan Badai Cedera Menghantui Megawati Hangestri dkk di Final V League

Admin JSN
05 April 2025 | 13.10 WIB Last Updated 2025-04-05T12:16:15Z
Jatuh bangun Red Sparks dan badai cedera yang menghantui Megawati dkk di final V League 2024/25./Instagram @red__sparks

DAEJEON | JATIMSATUNEWS.COM - Tim bola voli putri yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi, Daejeon Jungkwanjang Red Sparks menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan dan Indonesia.

Ini terjadi usai laga final ketiga V League 2024/25 yang berlangsung pada Jumat (4/4) kemarin di Daejeon Gymnasium Chungmu.

Bermain di kandang dan di harapan ribuan pendukungnya, Megawati Hangestri dan Red Sparks nyaris tumbang pada laga ini.

Mereka bahkan kalah pada dua set pertama, yakni dengan skor 21-25 dan 34-36.

Tetapi, Mega dan Red Sparks tampak tidak menyerah. Mereka bangkit dan memenangkan tiga set terakhir dengan skor 25-22, 25-19, dan 15-11.

Kemenangan ini pun diraih dengan susah-payah dan jatuh-bangun. Bahkan, juga dengan badai cedera yang menghantui Red Sparks.

Kapten sekaligus setter utama Red Sparks, Yeum Hyeseon sempat kesakitan pada lutut kanannya dan tertatih-tatih menjelang akhir set pertama.

Sayangnya, Red Sparks tidak bisa melakukan pergantian setter karena Hyeseon sebelumnya sempat diganti setter An Yerim sebagai spesialis pemblokiran.

Menurut peraturan yang digunakan KOVO, pemain yang sama--di luar pergantian libero dengan middle blocker--tidak bisa duduk di bangku cadangan lebih dari satu kali dalam satu set.

Hyeseon bisa digantikan tetapi dia tidak boleh bermain lagi dalam pertandingan tersebut. Inilah yang membuat Hyeseon kembali ke lapangan.

Dia pun berbicara dengan serius kepada Pelatih Ko Heejin dengan raut wajah yang menahan rasa sakit.

Dengan ekspresi menahan sakit pada lutut kanannya, kapten Yeum Hyeseon meyakinkan Pelatih Ko Heejin untuk membiarkannya bermain lagi./via SBS Sports

Usai sempat menjalani perawatan di bangku cadangan--laga dihentikan sejenak oleh wasit, Hyeseon masuk lagi meski tampak masih kesulitan untuk bergerak saat itu. Tetapi, dia harus berada di lapangan untuk mengisi posisi nomor 1.

Perannya sebagai setter pun tidak bisa dilakukan karena kesulitan bergerak maju ke depan untuk menyetel bola.

Maka, middle blocker seperti Jung Hoyoung dan Park Eunjin harus menjadi setter dadakan bagi opposite hitter, Mega maupun outside hitter, Vanja Bukilic dan Pyo Seungju.

Kondisi Hyeseon tampak membaik pada set kedua karena sudah bisa berlari kecil. Red Sparks pun sempat memberikan perlawanan super sengit kepada Pink Spiders walau kemudian kalah dari Kim Yeonkoung dkk.

Tetapi, pada tiga set berikutnya, Hyeseon yang tampak sudah melupakan rasa sakit pada lutut kanannya mulai terus mengantarkan bola kepada para hitter dan blocker Red Sparks untuk dieksekusi.

Setter Yeum Hyeseon dan libero Noh Ran tampil di final tidak dalam kondisi prima./Instagram @red__sparks

Selain Yeum Hyeseon, libero Noh Ran juga diungkap kondisinya oleh Pelatih Ko Heejin selepas laga.

Menurut Ko, Noh Ran (31 tahun) masih menderita dengan cedera di punggungnya. Bahkan, Noh Ran tidak bisa mengikuti latihan dan hanya bermain di pertandingan.

"Dia menghabiskan waktu di perawatan dan hanya bermain di pertandingan," beber Ko Heejin yang juga dikatakan Noh Ran seperti yang dimuat media Korea Selatan Sports Chosun.

Selain dua pemain senior Red Sparks tersebut, Vanja Bukilic dan Park Eunjin sebetulnya juga belum 100 persen pulih usai cedera engkel kaki kiri pada akhir putaran 5 dan awal putaran 6.

Kabar mengejutkan pun diungkap Ko Heejin bahwa Mega juga mengalami keluhan di lututnya.

"Megawati Pertiwi mengatakan akan terus berlari meski lututnya tidak dalam kondisi prima. Noh Ran juga tetap berlari meski kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan untuk berlari sama sekali. Beruntung saya bisa bertemu dengan pemain yang punya tekad dan mental kuat seperti mereka," ungkap Ko.

Megawati Hangestri masih menjadi mesin skor Red Sparks bersama Vanja Bukilic meski tidak dalam kebugaran 100 persen./Instagram @red__sparks

Walau kondisi para pemainnya sedang tidak baik-baik saja, Ko Heejin bertekad bersama dengan para pemainnya untuk bermain maksimal lagi pada laga keempat.

Duel Red Sparks vs Pink Spiders akan digelar lagi pada Minggu, 6 April 2025 pukul 12.00 WIB di Daejeon.

Apabila Red Sparks menang lagi, maka babak final V League akan berlanjut ke laga kelima yang akan kembali digelar di Incheon, kandang Heungkuk Pink Spiders. Di sanalah akan terlihat siapa yang akan mengangkat trofi juara V League wanita 2024/25. ***

Penulis: YAN

Baca juga: Hasil Red Sparks vs Pink Spiders, Mega Cetak 40 Poin

Statistik Red Sparks vs Pink Spiders, Mega dan Bukilic Cetak 71 Poin

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Red Sparks Jatuh Bangun dan Badai Cedera Menghantui Megawati Hangestri dkk di Final V League

Trending Now