Pasang iklan disini

 

HIAS Pasuruan Sarasehan UMKM Bersama Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., MM, Pentingnya Kolaborasi dan Suara Pelaku Usaha untuk Ekonomi Lokal

Anis Hidayatie
27 Februari 2025 | 13.28 WIB Last Updated 2025-02-27T07:04:34Z
HIAS Pasuruan Sarasehan UMKM Bersama Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., MM, Pentingnya Kolaborasi dan Suara Pelaku Usaha untuk Ekonomi Lokal Pasuruan

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memperkuat ekonomi lokal menjadi pembahasan utama saat Sarasehan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal yang digelar di Hotel Royal Senyiur Prigen, Pasuruan. 

Acara ini merupakan inisiasi anggota DPRD provinsi Jawa Timur Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., MM, bersama Asosiasi-asosiasi IKM- UKM (HIAS), Ketua HM. Ridwan, menekankan pentingnya pelestarian kearifan lokal dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.
HIAS sendiri membawahi 12 asosiasi industri, termasuk batik, bordir, konveksi, boneka, Unicraft, kulit, makanan dan minuman (mamas dan mamin), Asurban, serta Asosiasi Pengusaha Perhiasan Perak (AP3), Fokus. Turut hadir dalam sarasehan ini beberapa tokoh industri UMKM, seperti H. Basuki (pengurus HIAS), Hj. Fatonah (pengusaha bordir), Rofik (kulit), Yunus (pengrajin perak), Ahmad Yani dari Asurban, Ifa ( Batik ). 

 Sebagai narasumber utama Ning Laili Abidah menyebut tiga diantara dampak utama UMKM bagi masyarakat, antara lain: 
 1. Pemberdayaan ekonomi lokal – UMKM membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. 
 2. Pengembangan infrastruktur daerah – Keberadaan UMKM mendorong pembangunan fasilitas pendukung, seperti jalan, transportasi, dan pusat perdagangan. 
 3. Peningkatan keterampilan dan inovasi – UMKM menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan tren pasar. 

 "Kita harus bisa berkolaborasi dan saling membantu. Banyak UMKM yang mengalami kendala seperti masalah packaging atau pemasaran. Jika kita bisa menyampaikan kendala ini dengan tepat, maka ada peluang besar untuk berkembang," jelasnya. 

 Meski memiliki peran besar dalam ekonomi lokal, UMKM masih menghadapi tantangan, diantaranya: 

 1. Akses terhadap pembiayaan – Banyak UMKM kesulitan mendapatkan modal usaha, baik dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. 
 2. Pemasaran dan digitalisasi – Masih banyak UMKM yang kesulitan memasarkan produk mereka, terutama di era digital yang semakin kompetitif.

 Menurut Ning Laili, pelaku UMKM perlu lebih vokal dalam menyampaikan aspirasi mereka, terutama saat masa reses. 

 "Dana APBD dikelola oleh legislatif dan eksekutif, maka pelaku UMKM harus bisa menyuarakan kebutuhan mereka dengan jelas. Jangan hanya menunggu bantuan datang, tapi kita harus aktif menyampaikan apa yang benar-benar diperlukan," tegasnya. 

 "Reses dilaksanakn oleh DPRD Provinsi , Kabupaten dan kota 1 tahun 4 kali. 1 kegiatan 6 titik. Pada kesempatan inilah UMKM bisa menyuarakan kepentingan melalui legislatif," imbuh Ning Laili.

 Ke depan, persaingan ekonomi akan semakin ketat. Oleh karena itu, Ning Laili menegaskan bahwa UMKM harus bisa berkolaborasi dengan eksekutif dan legislatif untuk mendapatkan dukungan program yang tepat sasaran. 

 "Penting untuk bersuara dan jemput bola. Kita harus memprogramkan langkah-langkah yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM. DPRD Provinsi juga memiliki peran dalam mengawasi dan memastikan kebijakan yang dikeluarkan berpihak pada UMKM," paparnya.
Pengrajin kulit Rofik memberi tas kulit bertulis PKB

Selain berkontribusi pada ekonomi, UMKM juga berperan sebagai penjaga budaya lokal. Produk seperti batik, perhiasan perak, dan bordir bukan hanya industri kreatif, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Ifa dari Natura Creo Pewarlami (pewarna alami)  memberikan batik khas Pasuruan

"Kadang bukan soal kepintaran, tetapi keberanian mengambil peluang. Dengan inovasi dan kerja sama yang kuat, masa depan UMKM akan semakin cerah," ujar Ning Laili.
Ketua HIAS HM. Ridwan memberikan aneka makanan dan minuman
 
Acara berlangsung semarak, sesi foto bersama semakin mendekatkan pelaku UMKM, UKM, dan IKM dengan Ning Laili. Kenang-kenangan produk diberikan asosiasi kepada Ning Laili. Kerajinan kulit produk Rofik Bangil, Boneka dari H. Ridwan, dan Kain batik tulis pewarna alami karya Bu Ifa Purwosari. Ans
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • HIAS Pasuruan Sarasehan UMKM Bersama Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., MM, Pentingnya Kolaborasi dan Suara Pelaku Usaha untuk Ekonomi Lokal

Trending Now