Kegiatan yang diikuti oleh 130 peserta ini berlangsung pada 25 Februari 2025 dan berfokus pada evakuasi mandiri serta teknik penyelamatan korban gempa. Dalam pelatihan ini, siswa mendapatkan pemahaman tentang cara bertindak ketika terjadi gempa dan bagaimana melakukan evakuasi yang aman dan efektif.
Panitia bidang acara, Kukuh, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan pengalaman pertama sekolah dalam mengundang pihak yang kompeten untuk memberikan edukasi kebencanaan secara formal. “Kebetulan sekolah kami belum pernah melakukan pelatihan bencana seperti ini secara formal dengan menghadirkan pihak yang kompeten di bidang itu. Makanya, kami jadwalkan tahun ini harus ada materi yang berbeda supaya wawasan anak-anak bertambah,” ujarnya.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi dari tim Dirgantara Rescue yang menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana. Setelah itu, peserta melakukan praktik evakuasi mandiri, di mana mereka belajar bagaimana menyelamatkan diri saat gempa terjadi. Pelatihan ditutup dengan simulasi penyelamatan korban gempa, yang menguji pemahaman dan keterampilan siswa dalam menghadapi situasi darurat.
Meskipun cuaca mendung sejak awal acara dan sempat terjadi gerimis tipis, antusiasme peserta tetap tinggi. Para siswa tetap fokus dalam menerima materi dan aktif mengikuti praktik serta simulasi. Salah satu peserta, Zaid, siswa kelas 7 SMP IT Al Bashiroh, mengungkapkan kesannya terhadap pelatihan ini. “Pelatihan ini seru, saya bisa menambah wawasan tentang bencana serta dapat membantu evakuasi seandainya nanti gempa menimbulkan korban,” katanya.
Selain memberikan keterampilan dasar dalam penyelamatan diri, pelatihan ini juga menanamkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan adalah bagian penting dari kehidupan di daerah rawan bencana. Dirgantara Rescue menekankan bahwa pengetahuan tentang mitigasi bencana harus dimiliki setiap individu, terutama mereka yang tinggal di kawasan yang memiliki potensi gempa seperti Turen. Dengan memahami prosedur evakuasi yang benar, risiko cedera dan korban jiwa saat bencana terjadi dapat diminimalkan.
Pewarta : Nur Hamid Abdissalam