SAMPANG | JATIMSATUNEWS.COM – Suasana di Alun-Alun Trunojoyo Sampang mendadak ricuh setelah terjadi cekcok antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan warga dan para pedagang kaki lima (PKL), Senin (26/2/2024) malam. Insiden ini menjadi sorotan lantaran tindakan Satpol PP dinilai terlalu keras dalam menertibkan para pedagang.
Menurut keterangan salah satu pengunjung, aksi aparat terkesan arogan dan tanpa pendekatan persuasif.
"Harusnya mereka berikan woro-woro terlebih dahulu dan melakukan pendekatan persuasif, bukan malah seperti koboi jalanan, datang bentak-bentak sambil tendang-tendang timba pedagang kaki lima. Kasihan mereka juga mencari rezeki untuk keluarganya," ujar seorang pengunjung dengan nada sesal.
Sejumlah pedagang yang terdampak juga mengungkapkan kekecewaannya. Mereka mengaku tidak mendapat peringatan sebelumnya terkait penertiban tersebut. Bahkan, beberapa barang dagangan mereka ikut terkena dampak akibat tindakan tegas dari petugas.
Harapan Pedagang pada Kepemimpinan Aba Idi
Di tengah polemik ini, harapan besar disematkan pada kepemimpinan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi atau yang akrab disapa Aba Idi. Dalam periode keduanya bersama Wakil Bupati H. Akhmad Mahfudz (Ra Mahfud), masyarakat, terutama pelaku UMKM dan pedagang kecil, berharap kebijakan yang lebih berpihak kepada mereka.
"Aba Idi orang yang sangat baik. Beliau tidak akan serta-merta memerintahkan anak buahnya untuk bertindak keras, apalagi jika itu berdampak buruk bagi pedagang kecil," ujar seorang warga.
Selama ini, pemerintahan H. Slamet Junaidi dinilai cukup pro terhadap perekonomian rakyat kecil. Namun, kejadian ini justru menimbulkan pertanyaan, apakah ada miskomunikasi antara kebijakan di tingkat pimpinan dengan pelaksana di lapangan?
Satpol PP Belum Beri Pernyataan Resmi
Hingga berita ini ditulis, Kepala Satpol PP Sampang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Belum diketahui apakah tindakan yang dilakukan adalah bagian dari operasi rutin atau ada alasan khusus di balik penertiban ini.
Sementara itu, masyarakat berharap ada solusi yang lebih manusiawi dalam menata kawasan Alun-Alun Trunojoyo tanpa harus merugikan pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari berjualan di sana.
(Tim Jatim Satu News)