Langsung ke konten
Kamis, 13 Agustus 2026
Headline Ketua Perbasi Sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Persiapkan Atlet Hadapi Popda 2026, Target Juara
๐™ฟ๐šŠ๐šœ๐šž๐š›๐šž๐šŠ๐š—

Melestarikan Budaya Melalui Jajanan Tradisional: Event Kolaborasi Bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi

ย 

Pengunjung Sinau Sareng Jajanan Tradisional yang mencoba
membuat jajan

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM โ€“ Indonesia memiliki ragam kebudayaan yang kaya, termasuk jajanan tradisional khas setiap daerah. Di Situs Patirtaan Ngawonggo, pengunjung dapat merasakan berbagai jenis jajanan tradisional dalam acara โ€œSinau Sareng Jajanan Tradisional,โ€ yang berarti โ€œBelajar Bersama Membuat Kue Tradisional.โ€

Acara yang diadakan oleh Kelompok Estelle Crew, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ini bertujuan melestarikan budaya jajanan tradisional dan memberikan edukasi dalam pembuatan jajanan tradisional di Tomboan (tempat menjamu tamu) di Situs Patirtaan Ngawonggo. Jajanan yang disuguhkan meliputi apem pasung, klepon, dan ongol-ongol.

Acara yang diadakan pada bulan Juni ini dihadiri dengan antusias oleh mahasiswa Malang dan mahasiswa dari program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM. Rahmad Yasin, pengelola Situs Patirtaan Ngawonggo, memberikan sambutan pembuka.

โ€œAcara pembuatan jajanan tradisional baru pertama kali diadakan di Situs Patirtaan Ngawonggo. Harapannya, teman-teman bisa memetik manfaat dan merasakan edukasi melalui pembuatan jajan ini, serta semakin mengakrabkan diri dengan yang lainnya,โ€ ujar Cak Yasin.

Setelah sambutan, Cak Yasin menyambut pengunjung dengan lagu โ€œSugeng Rawuh,โ€ yang berarti selamat datang. Lagu ini menjadi penyambutan hangat bagi pengunjung yang telah berkenan mengunjungi Desa Ngawonggo.

Acara selanjutnya,
pengunjung mulai diarahkan untuk berpartisipasi pembuatan jajanan tradisional.
Jajanan tradisional pertama yang dibuat yaitu apem pasung. pengunjung secara
bergantian untuk berpartisipasi pada acara ini. Pembuatan apem pasung ini, pengunjung
diajak dari cara memasukkan adonan ke dalam cetakan yang telah dibentuk seperti
corong es krim yang menggunakan daun nangka sebagai wadahnya.

Jajanan tradisional
kedua yaitu klepon, di mana pengunjung diajak membuat adonan klepon hingga
proses perebusan klepon hingga disuguhkan. Lalu jajanan tradisional ketiga
yaitu ongol-ongol, pengunjung diajak membuat adonan jajan tersebut hingga
proses melumuri menggunakan kelapa yang telah diparut hingga terakhir ditusuk
menggunakan tusukan seperti tusuk sate.

Selama proses
pembuatan ketiga jajanan tersebut, pengunjung sangat antusias untuk mencoba,
terutama para mahasiswa BIPA yang memang merupakan pengalaman pertama mereka
dalam membuat jajan.

โ€œSaya senang sekali
dapat mengikuti acara membuat jajanan tradisional dan sebelumnya saya belum
pernah mengikuti acara seperti ini. Teman-teman juga sangat welcome kepada saya dan teman BIPA lain
dan suasana di sini saya sangat menyukainya,โ€ ucap Ningsih, salah satu
mahasiswa BIPA UMM.

Dalam acara ini,
pengunjung sangat bersemangat dalam berpartisipasi pembuatan jajanan
tradisional. Mereka juga mencoba secara langsung jajanan yang telah dibuat.
Pada akhir acara, pengunjung diajak makan bersamaย  setelah membuat jajanan tradisional. Setelah
membuat jajanan tradisional, para pengunjung makan bersama di area pelataran
Tomboan dengan menu tradisional yang biasa disuguhkan di Tomboan seperti sayur
lodeh, pecel, bakwan jagung, tempe goreng, dan juga sambal.

Pengunjung tidak
hanya diedukasi dalam Sinau Sareng Jajanan Tradisional, edukasi wedang di Tomboan juga menjadi edukasi
bagi pengunjung dalam pembuatan wedang
khas Situs Patirtaan Ngawonggo. Dalam edukasi ini, Cak Yasin dan Cak Hanafi
yang juga pengelola di Situs Patirtaan Ngawonggo menjelaskan makna dari wedang
yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh dan pembuatan wedang Tomboan.
Beberapa pengunjung juga diajak langsung untuk membuat wedang tersebut.

Dengan adanya acara
Sinau Sareng Jajanan Tradisional
diharapkan mendapat pengetahuan baru dan pengalaman baru dalam memotivasi untuk
membudayakan dan melestarikan jajanan tradisional di Indonesia.