Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Ngga, Menanti

 

Ilustrasi, Kota Tua Jakarta. Doc.pri
PUISI | JATIMSATUNEWS.COM: 

Ngga, Menanti

Aku mencarimu

Di butiran embun kaca depan

Di antara riuh subuh

Di rerumputan masjid rest area

Ngga

Tak ada lagi kamu

Lenyap di balik fajar menjemput

Sesaat sunyi

Sejenak merasa tak berarti

Ngga 

Terbiasa ada kamu

Menjadi aneh tanpamu

Sunyi lagi

Kukayuh sendiri perjalanan ini

Tak apa

Aku bisa kok

Sebagaimana sebelum ada kamu

Kala tak ada sesiapa ramaikan hari

Datangmu melipat kebiasaan

Adamu mengisi sedikit kekosongan

Orang asing yang tetiba kurindukan

Orang lain yang mampir melipir

Ngga

Bukan Cinta

Hanya ingin saja

Tertawa lagi bersama

Menulis cerita

Hingga tiba persimpangan

Lalu kamu pamit

Lanjutkan perjalanan

Kebingungan saat kupinta, “Sayang dulu”

Ah kau

Itu kan cuma ingin isyarat

Kepastian perasaanku benar

Agar tak curiga akan ditinggalkan

Miaw katamu

Menghibur pergimu

Manis, penantian mengelus lagi

Pucuk kepala yang menggemaskan

Tempat itu masih belum terisi

Aku bisa kendarai sendiri

Ntah sampai kapan

Tak ada yang senyaman dirimu

Ngga

Kau bukan sekedar pengemudi

Tapi penghilang segala penat beban hati

Bersamamu, aku sehat jiwa raga

Disampingmu, energi hidupku luar biasa

Ngga

Tak lelah kumenanti

Menulis kisah perjalanan lagi

Menghabiskan hari

Saling suap di tempat tersembunyi

Bila tlah ada waktu

Kabarkan segera padaku

Kan kujemput

Atau aku kau pungut

Ngga

Kabari

Ada banyak yang kan menemani

Kawan kita

Sahabat kita

Ngroto, Ahad 6/1/2023

Fajr, On a bed that you ever come on my home

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.