Langsung ke konten
Minggu, 25 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Detik Selisik

 
Eni Wahyuni, S.Pd., M.Pd.
Guru Bahasa Indonesia
MAN 2 Kota Malang

PUISI | JATIMSATUNEWS:COM:

Separuh detik
Angin datang pada musim klasik
Masih terdengar suara riuh tetes demi tetes gerimis
Selepas terpaan angin merobek langit berselaput awan
Ada diaroma
Seratap duka dalam kurun tanpa masa
Pagi itu,
Angin klasik menerobos dinding
Dingin semakin berkuasa menjemput fajar menyelinap pilu diantara tulang-tulang
Sedang, jarum kecil masih memeluk detik-detik panjang
Sepotong kain bernama waktu teronggok
Belum selesai sang penyulam bekerja, namun ia sudah merongok
Kain itu punyaku
Selisik
Detik klasik
Bisakah aku meminta kau melanjutkan langkah yang belum berirama?
Atau, bisakah aku meminta hal sederhana;
Jadilah penyulam waktuku dengan detik-detik panjangmu
Suatu tempat, suatu waktu.

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.