Langsung ke konten
Jumat, 4 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

Tim Ekspedisi Batuta Institute Mulai Perjalanan Penelitian ke Barus

Keterangan
Foto : Diskusi dengan Tokoh Masyarakat Barus

Bukittinggi,
JSN. Tim
Ekspedisi Penelusuran Jejak
Peradaban Awal
 Islam di Nusantara,  Batuta Institute yang dikomandani oleh Mursal Asmir
sebagai Direktur Eksekutif telah memulai perjalan ekspedisi yang dimulai pada
tanggal 12 Agustus 2022.

Bertepatan pada jam 23.00 Wib, tim eksepedisi memulai perjalanan dari
pelataran Jam Gadang Bukittinggi. Menjadi tujuan pertama dari tim eksepedisi
tersebut adalah Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Ekspedi
akan dilaksanakan mulai tanggal 12 -23 Agustus 2022. Menjadi tujuan Ekspedisi
yaitu Situs-situs Jejak Peradaban Islam Barus, Situs-situs Jejak Peradaban Islam
Kesultanan Peurlak, situs-situs Jejak Peradaban Islam Kesultanan Lamuri dan
situs-situs Jejak Peradaban Islam Kesultanan Samudra Pasai. Secara wilayah
administrasi maka tujuan Ekspedisi tersebut akan menuju lokasi Barus Tapanuli
Tengah, Kabupaten Aceh, Kabupaten Aceh Selatan/Tapak Tuan, Kota Louksemawe,
Kota Banda Aceh, Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Timur.

Menurut
Mursal Asmir, Ekspedisi ini bertujuan untuk Mendokumentasikan situs Jejak
Peradaban Islam Barus, situs Jejak Peradaban Islam Kesultanan Peurlak, situs
Jejak Peradaban Islam Kesultanan Lamuri dan situs Jejak Peradaban Islam
Kesultanan Samudra Pasai; selanjutnya Mencari dokumen-dokumen terkait dengan
Jejak Peradaban Islam Barus, situs Jejak Peradaban Islam Kesultanan Peurlak,
situs Jejak Peradaban Islam Kesultanan Lamuri dan situs Jejak Peradaban Islam
Kesultanan Samudra Pasai dan Mencari Informasi dan keterangan mengenai Jejak
Peradaban Islam Barus, situs Jejak Peradaban Islam Kesultanan Peurlak, situs
Jejak Peradaban Islam Kesultanan Lamuri dan situs Jejak Peradaban Islam
Kesultanan Samudra Pasai.

“Diharapkan
dengan adanya eksepedisi dalam kerangka penelitian, maka kita akan mendapatkan
lintasan sejarah yang  sebenarnya dari
sumber-sumber yang akurat”, pungkas Mursal Asmir.
Redaksi

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.